Wall Street Menguat Setelah Data Inflasi lemah

New York Stock Exchange (AFP Photo/Don Emmert)

Oleh: / WBP | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 08:26 WIB

New York - Bursa saham Wall Street menguat pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (12/8) karena para investor mempertimbangkan data inflasi terbaru yang lebih lemah dari perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 14,31 poin atau 0,07 persen menjadi 21.858,32 poin, dan indeks S&P 500 naik 3,11 poin atau 0,13 persen menjadi berakhir di 2.441,32 poin. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 39,68 poin atau 0,64 persen menjadi 6.256,56 poin.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (11/8), bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Semua Konsumen Perkotaan naik 0,1 persen pada Juli dalam basis disesuaikan secara musiman. Angka ini lebih rendah dari konsensus pasar untuk kenaikan 0,2 persen. Selama 12 bulan terakhir, semua item indeks naik 1,7 persen.

Data inflasi yang lemah meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah, lebih lama pada tahun ini.

Hanya 38 persen investor yang memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini, turun dari sekitar 45 persen, menurut alat FedWatch CME Group terbaru.

Sementara berita emiten, perusahaan media sosial AS, Snap, membukukan kerugian yang lebih besar dari perkiraan dan pendapatan yang lebih kecil dari perkiraan. Hal ini membuat sahamnya jatuh lebih dari 10 persen.

Selain itu, keuntungan saham-saham juga dibatasi karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.




Sumber: Xinhua, Antara
ARTIKEL TERKAIT