"Maybank Women Eco Weavers" Berdayakan Perajin Tenun di 3 Negara

CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin (kiri) memberikan penjelasan tentang program pemberdayaan ekonomi di tingkat regional bagi komunitas perempuan pengrajin tenun, Maybank Women Eco Weaver, kepada Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh (kedua kanan) dan Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat (kanan) di tengah peringatan hari jadi ke-50 ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta 11 Agustus 2017. (Istimewa)

Oleh: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP | Minggu, 13 Agustus 2017 | 07:33 WIB

Jakarta- Salah satu program utama Maybank Foundation, Maybank Women Eco Weavers, ditampilkan dalam perayaan hari jadi ke-50 ASEAN yang diselenggarakan di Sekretariat ASEAN Jakarta, Jumat (11/8). Program berskala regional ini bertujuan untuk lebih meningkatkan seni tenun tradisional secara global dan berkelanjutan, dengan menciptakan peluang bisnis dan memperkaya peran strategis perempuan di berbagai komunitas untuk mencapai independensi ekonomi (economic independence).

"Ini merupakan pertama kalinya bagi Maybank sebagai organisasi perusahaan di regional ASEAN diundang berpartisipasi dalam program ASEAN," kata CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (13/8)

Dia mengatakan, program ini memiliki tujuan selaras dengan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint yaitu meningkatkan kualitas hidup, memiliki akses yang sama mendapatkan peluang dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). "Sementara pada saat yang sama melestarikan seni dan budaya di regional ASEAN," kata dia.

Program Maybank Women Eco Weavers tengah berjalan di tiga negara ASEAN yaitu Indonesia, Kamboja, dan Laos. Di Indonesia, bermitra dengan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (Asppuk) yang dipusatkan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sawah Lunto dan Tanah Datar dan mendukung 200 pengrajin tenun.

Di Kamboja, bermitra dengan Color Silk Foundation yang memiliki pusat pelatihan di Provinsi Takeo dan diberi nama “Maybank Silk Weaving Training Centre” yang telah membina 76 pengrajin tenun. Di Kamboja program ini juga menjalankan serikultur untuk menanam pohon murbei yang merupakan bagian penting dalam budidaya ulat sutera dan benang sutera.

Di Laos, program ini bermitra dengan Lao Sericuluture Company yang dikenal dengan Mulberrys yang saat ini mendukung keseluruhan sistem tenun sutra di Provinsi Xieng Khuoang, Republik Demokratik Rakyat Laos.

Program Women Eco Weavers juga membantu melestarikan warisan dan budaya lokal serta membantu membangun kapasitas pengrajin tenun baru. Fokus utamanya adalah melestarikan, dan mendukung teknik pembuatan tenun tradisional dengan fashion modern untuk mengidentifikasi nilai kolektif tenun, dengan cara yang ramah lingkungan.

Program Maybank Women Eco Weavers adalah salah satu program utama Maybank Foundation yang dirancang untuk mendukung semangat kebersamaan negara-negara ASEAN dalam mengangkat dan mempromosikan seni mendukung perempuan kurang mampu untuk mencapai independensi ekonomi dan pada saat yang sama mendukung inklusi keuangan. "Program ini ditargetkan kepada perempuan pengrajin tenun dari komunitas miskin kotadan masyarakat marjinal," kata dia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT