Belanja FMCG di E-commerce Tumbuh Pesat

Ilustrasi e-commerce. (Soft BD Ltd)

Oleh: Harso Kurniawan / HK | Jumat, 25 Agustus 2017 | 21:45 WIB

Jakarta  – Belanja barang konsumsi cepat habis (fast moving consumer goods/FMCG) melalui portal perdagangan elektronik (e-commerce) tumbuh pesat dari tahun ke tahun, meski penetrasinya masih kecil. Pada 2016, berdasarkan riset Kantar Worldpanel, sebanyak 1,9% rumah tangga di daerah urban Indonesia melakukan hal tersebut.

Hal ini dipicu dua faktor utama. Pertama, konsumen dari berbagai lapisan ekonomi menyukai penawaran yang menguntungkan. Kedua, keinginan konsumen untuk mendapatkan kenyamanan dan kemudahan akses dalam berbelanja.

Nadya Ardianti, direktur komersial Kantar Worldpanel Indonesia menuturkan, transaksi FMCG di pasar e-commerce masih meningkat dengan laju pertumbuhan dua digit. Begitu pula yang terjadi di negara-negara maju yang pasarnya masih sangat ekspansif.

Untuk Indonesia, kata dia, fokus utama masih berada pada upaya peningkatan angka penetrasi pasar e-commerce, dengan cara mendorong masyarakat untuk berbelanja produk FMCG secara online. Namun, masih ada beberapa hal yang dianggap sebagai halangan bagi pembelanjaan online.

“Contohnya, konsumen tidak merasa nyaman karena tidak dapat melihat produk secara langsung dan tidak bisa membayar secara tunai saat belanja online. Kemudian, konsumen tidak mendapatkan kepastian tentang produk dan harga yang ditawarkan dan seringnya promosi membuat konsumen merasa khawatir akan kualitas produk,” papar dia di Jakarta, Jumat (25/8).

Melihat tren saat ini, dia berharap pasar online akan terus bertumbuh pada sektor FMCG. Meskipun begitu, para pelaku bisnis FMCG di Indonesia tetap perlu memperhatikan agar tidak meninggalkan fokusnya pada pasar offline bersamaan dengan terus mengeksplorasi kesempatan pada sektor e-commerce.

“Hal ini dikarenakan baik saluran penjualan online maupun offline memiliki peranan yang sama penting dalam menarik minat konsumen,” papar dia.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT