Investasi Properti Diyakini Terus Meningkat

Pembangunan properti (Investor Daily / David Gitaroza)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 13 September 2017 | 16:38 WIB

Jakarta - Hasil survei Property Affordability Sentiment Index menyebutkan, dalam enam bulan ke depan masyarakat Indonesia memperkirakan hunian berupa rumah tapak akan mengalami peningkatan harga tertinggi dibandingkan hunian vertikal.

"Sebanyak 43 persen responden memprediksi harga properti residensial bisa meningkat lebih dari 10 persen dalam kurun waktu 5 tahun ke depan," kata ujar Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurut Ike, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kondisi pasar properti saat ini.

"Sebanyak 67 persen responden menyatakan, mereka mengaku puas dengan terjadinya tren peningkatan harga saat ini. Sementara, faktor lainnya adalah karena adanya potensi investasi jangka panjang yang bagus dan menguntungkan," jelasnya.

Selain itu, kata Ike, ada beberapa faktor ekonomi yang menyebabkan sektor properti masih terus tumbuh seperti, program pengampunan pajak (tax amnesty) yang berjalan sesuai target, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 yang diperkirakan akan mencapai 5,3 persen dan nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT