Danareksa dan AP II Akan Miliki Saham BIJB

Ilustrasi pesawat komersil. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / WBP | Rabu, 13 September 2017 | 18:37 WIB

Jakarta- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), PT Jasa Sarana, PT Danareksa Investment Management (DIM), dan PT Angkasa Pura (AP) II menyepakati kerja sama pengusahaan dan pengoperasian Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat. Keempat entitas akan berbagi menjadi pemilik saham badan usaha milik daerah (BUMD) pelaksana pembangunan sisi darat bandara, yakni PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra menyatakan, Pemprov Jabar saat ini masih memegang saham mayoritas PT BIJB sebesar 98 persen, sementara sisanya 2 persen dikuasai PT Jasa Sarana. Adanya kesepakatan baru bersama dua perusahaan lainnya, yaitu AP II dan DIM, berdampak pada perubahan komposisi kepemilikan saham. "Perincian besaran saham masing-masing pihak, akan dihitung lebih detail lagi," kata Virda Dimas saat dihubungi, Rabu (13/9).

Namun Virda menegaskan, Pemprov Jabar akan menjadi pemegang saham mayoritas, minimal 51 persen. Hal tersebut sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 7/2017.

Dalam beleid itu, modal dasar perseroan ditetapkan Rp 2,5 triliun dan Pemprov Jabar diatur paling sedikit menguasai 51 persen dari modal dasar. Sedangkan pemegang saham lainnya dibatasi paling banyak sebesar 49 persen.

Dia menyatakan, PT DIM dan AP II bakal menjadi pemegang saham BIJB melalui pembelian reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Seperti diketahui, BIJB telah meluncurkan penawaran efektif produk RDPT senilai Rp 1 triliun pada 13 Agustus 2017.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT