Ketum Kadin Sebut Meikarta Terobosan Luar Biasa

Rosan Perkasa Roeslani. (Antara)

Oleh: Ridho Syukro / Feriawan Hidayat / HA | Rabu, 13 September 2017 | 22:42 WIB

Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan Meikarta merupakan suatu terobosan yang luar biasa dari Group Lippo di tengah kelesuan dan perlambatan di sektor properti.

Rosan mengatakan pembangunan Meikarta memberikan angin segar dan bisa membangkitkan kembali momentum di bidang properti.

"Meikarta merupakan terobosan yang sangat positif," ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurutnya, investasi ratusan triliun rupiah untuk proyek kota mandiri Meikarta di sebelah timur Jakarta ini juga akan membawa dampak lebih luas di luar sektor properti.

Rosan menjelaskan pembangunan Meikarta tidak hanya berdampak pada sektor properti saja tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Rosan, pembangunan Meikarta merupakan investasi terbesar dalam sejarah properti nasional sejauh ini.

Terpisah, CEO Group Lippo James Riady mengatakan Meikarta disiapkan sebagai kota baru untuk menjawab kebutuhan terhadap defisit 11 juta perumahan yang ada saat ini.

"Ini terobosan dan inovasi bagi industri properti yang diharapkan bisa berkontribusi signifikan terhadap perekonomian," ujarnya.

James Riady menambahkan, krisis ekonomi global ternyata tidak seburuk yang dibayangkan, seperti pada 2008 lalu. Justru, ekonomi dunia saat ini sedang bergerak menuju ke level pertumbuhan sebelum krisis.

"Termasuk di kawasan Asia Tenggara, dan khususnya Indonesia. Untuk itu, semua pihak, termasuk industri properti, harus berani untuk memanfaatkan momentum bagus ini menuju ke pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik," tegas James Riady.

"Lebih penting lagi adalah berani terjun secara langsung untuk membuatnya menjadi ril dengan mengusung visi yang besar, yakni memberikan manfaat nyata bagi semua lapisan masyarakat," tambahnya.

Seperti diketahui, Lippo menawarkan unit hunian Meikarta dengan harga di bawah Rp 7 juta per meter persegi (m2) atau sekitar Rp 127 juta per unitnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT