Menkeu Pertimbangkan Revisi Pajak untuk Penulis

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan dalam dialog perpajakan mengenai perlakuan pajak bagi penulis dan pekerja seni lainnya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (13/9) malam. (beritasatu tv)

Oleh: Aichi Halik / AHL | Kamis, 14 September 2017 | 16:35 WIB

Jakarta - Kementerian Keuangan menyatakan akan mengkaji ulang kebijakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN) 50 persen bagi profesi penulis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan melihat apakah NPPN sebesar 50 persen yang diterapkan pada para pekerja seni layak juga pada penulis.

“Nanti kita lihat dari sisi proses penetapan NPPN tadi, 50 persen norma apakah dianggap masih mencukupi untuk mencerminkan kebutuhan dari profesi pekerja seni dan penulis,” kata Sri Mulyani dalam dialog perpajakan mengenai perlakuan pajak bagi penulis dan pekerja seni lainnya di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Rabu (13/9) malam.

Sri Mulyani mengaku pihaknya terbuka untuk merevisi NPPN bagi penulis dengan memperhatikan penciptaan lingkungan yang kondusif bagi industri kreatif di Indonesia.

"Tadi ada pelukis, penari, seniman pertunjukan, pembuat film, semua ekosistemnya perlu dipetakan sehingga nanti tidak setiap kali kami reaktif, karena masing-masing pasti ada usulannya. Ada justifikasinya," ucap dia.

Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan surat terkait penerapan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) 50 persen bagi pendapatan penulis. Dalam surat yang diterbitkan pada 7 September 2017 itu dijelaskan besarnya NPPN bagi penulis adalah 50 persen dari penghasilan bruto, baik honor ataupun royalti yang diterima dari penerbit.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT