Tirta Investama Tak Berwenang Degradasi Status Outlet

Salah satu outlet produk minuman air dalam kemasan Aqua (istimewa)

Oleh: Iman Rahman Cahyadi / CAH | Kamis, 14 September 2017 | 17:26 WIB

Jakarta - Sidang tentang dugaan persaingan tidak sehat di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali menghadirkan saksi dari dua distributor Aqua yaitu Direktur PT Tirta Varia Inti Pratama Sandra Yuliana dan Direktur PT Tirta Utama Abadi Alex Martinus Suwarrow.

Kedua saksi menyatakan degradasi status toko merupakan hal yang wajar dilakukan distributor. Penurunan status itu setidaknya akan membuat outlet lebih tepacu lagi untuk melakukan berbagai terobosan dalam memperbaki diri. Dan keduanya sepakat untuk menurunkan status outlet adalah kebijakan masing-masing distributor tanpa persetujuan PT Tirta Investama (TIV).

Dalam kesaksiannya Sandra Yuliana menjelaskan perusahaannya akan melakukan degradasi jika Star Outlet (SO) tidak mencapai penjualan yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. Perusahaan yang dipimpinnya akan memberikan peringatan atau reminder.

"Kami lakukan evaluasi terhadap SO dalam waktu tiga bulan, jika dalam tiga bulan tidak mencapai target penjualan maka akan didegradasi. Degradasi atau promosi adalah atas dasar volume pengambilan per bulan. Kami tidak perlu minta persetujuan TIV," tegas Sandra saat menjadi saksi di KPPU Jakarta, Rabu (13/9)

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur PT Tirta Utama Abadi Alex Martinus Suwarrow yang menjelaskan bahwa kesepakatan target dalam melakukan penjualan kepada toko-toko yang berstatus SO dibuat oleh perusahaannya selaku pihak distributor.

Alex kembali menguatkan pernyataan Sandra jika degradasi merupakan hal yang biasa terjadi dan umumnya penurunan status itu karena masalah volume penjualan outlet. PT Tirta Utama Abadi menaungi 50 SO untuk kawasan Jawa Barat yang meliputi Subang, Soekarno Hatta, Kopo, Padalarang dan Majalengka.

"Pada tahun 2016 ada sekitar 10 SO yang kami degradasi. Ya itu tadi karena volume (penjualan yang ditargetkan) tidak tercapai," kata Alex

Pengacara PT Tirta Investama, Rikrik Rizkiyana ditemui usai persidangan menegaskan kliennya tidak memiliki saham atau bentuk afiliasi lainnya terhadap distributor. Sistem jual beli antara TIV dan distributor adalah jual-putus.

"Jadi segala bentuk kebijakan penjualan produk TIV oleh distributor adalah kewenangan sepenuhnya dari distributor. Klien kami tidak dapat ikut campur," tegas Rikrik.

Menurutnya keterangan yang telah disampaikan oleh distributor TIV selaku saksi, yaitu PT Tirta Varia Intipratama dan PT Tirta Utama Abadi, menyatakan bahwa mereka menerapkan kebijakan masing-masing secara mandiri.

"Jadi sudah terang benderang dan jelas sejelas-jelasnya. Tadi di persidangan keduanya menyatakan bahwa segala kesepakatan dan kebijakan dilakukan antara distributor dan Star Outlet, tidak pernah ada arahan apapun dari klien kami," demikian Rikrik




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT