Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg untuk Banyumas

Ilustrasi elpiji 3 kg (Antara/Eric Ireng)

Oleh: / PCN | Kamis, 14 September 2017 | 19:44 WIB

Cilacap - Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menambah pasokan elpiji 3 kilogram (melon) sebanyak 213.880 tabung untuk menjamin ketersediaan bahan bakar gas bersubsidi itu di wilayah eks Keresidenan Banyumas.

"Penambahan fakultatif itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara seiring dengan tingginya permintaan dari masyarakat pada bulan September," kata Area Manager Communication and Relations PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari didampingi Head of Communication and Relations Pertamina Refinery Unit IV Cilacap Ristanto Heru Widodo di Cilacap, Jateng, Kamis petang.

Dalam hal ini, kata dia, penambahan fakultatif untuk Kabupaten Banyumas sebanyak 64.920 tabung, Cilacap sebanyak 79.520 tabung, Purbalingga sebanyak 38.080 tabung, dan Banjarnegara sebanyak 31.360 tabung sehingga secara keseluruhan mencapai 213.880 tabung.

Selain penambahan fakultatif, lanjut dia, Pertamina MOR IV bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banyumas juga menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di 21 lokasi pada tanggal 9 September dan 11-16 September dengan total penyaluran 10.750 tabung.

Ia mengatakan operasi pasar tersebut dilaksanakan di Banyumas sebanyak 11 lokasi dan Purbalingga sebanyak 10 lokasi.

"Hari ini (14/9) kami menggelar operasi pasar di Purbalingga, yakni di Kecamatan Karangmoncol yang akan dilanjutkan pada hari Jumat (15/9) di Kecamatan Karangreja dan Sabtu (16/9) di Kecamatan Rembang," katanya.

Lebih lanjut, Andar mengatakan kebijakan penerapan distribusi elpiji 3 kilogram berbeda dengan elpiji nonpublic service obligation (non-PSO).

Dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram, kata dia, Pertamina mengikuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji, khususnya Pasal 18 hingga Pasal 20 yang mengatur masalah pendistribusian elpiji dan pengguna elpiji tertentu.

Berdasarkan peraturan tersebut, lanjut dia, Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan elpiji 3 kilogram.

Menurut dia, Pertamina berkoordinasi penuh dengan Hiswana Migas serta dinas terkait untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pengevaluasian pendistribusian elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran.

"Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kuota ini yang harus kami jaga," katanya.

Ia mengharapkan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan riil penggunaan elpiji 3 kilogram dan akan menyuplai secukupnya sesuai dengan kebutuhan jika dirasa kurang.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat tidak perlu panik terhadap isu kelangkaan elpiji 3 kilogram karena Pertamina menjamin ketersediaan bahan bakar gas bersubsidi itu.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT