Gelontorkan US$ 50 Juta Bangun Peternakan dan Pabrik

ABC Kogen Dairy Ingin Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional

Gelontorkan US$ 50 Juta Bangun Peternakan dan Pabrik

ABC Kogen Dairy Ingin Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional

Warren Choo, Presiden Direktur PT ABC Kogen Dairy (kanan) sedang memberikan penjelasan tentang area peternakan sapi perah PT Raffles Pacific Harvest kepada (ki-ka): Rudy Gunawan, Bupati Kabupaten Garut; (Istimewa/Istimewa)

Oleh: Happy Amanda Amalia / PYA | Rabu, 20 September 2017 | 20:04 WIB

GARUT – PT ABC Kogen Dairy meresmikan industri pengolahan susu termasuk peternakan sapi perah PT Raffles Pacific Harvest di dataran tinggi Garut dan pabrik pengolahan susu yang berada di Cicalengka, Bandung pada Rabu (20/9). Kerjasama dengan nilai investasi US$50 juta tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan produk susu berkualitas tinggi untuk masyarakat Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Perindustrian RI, konsumsi susu di Indonesia per tahun berada di tingkat 12,01 liter per kapita. Jumlah tersebut masih jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan sejumlah negara di Asean yang mengonsumsi susu sebanyak 20 liter per kapita per tahun.

Adapun penyebab rendahnya konsumsi susu di Indonesia saat ini karena tingginya impor susu dan rendahnya produktivitas dari para petani susu lokal, di mana produksi rata-ratanya hanya mampu menghasilkan 13-15 liter susu. Jumlah itu berbanding jauh dengan negara lain yang dapat mencapai 22-25 liter per sapi.

Presiden Direktur PT ABC Kogen Dairy Warren Choo menyampaikan, sebagai salah satu pelaku industri, pihaknya menyadari jika tingkat konsumsi susu di Indonesia tergolong masih rendah, yang mana salah satu faktor utamanya adalah keterbatasan produksi susu nasional.

“Atas dasar inilah, kami berinisiatif mendirikan usaha industri berbasis susu supaya dapat berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan produk susu berkualitas tinggi untuk masyarkat Indonesia. Hadirnya ABC Kogen Dairy diharapkan dapat menambah produksi susu sapi di Indonesia. Melalui komitmen jangka panjang ABC Kogen Dairy akan mampu memberikan kontribusi tambahan 4,5% suplai susu nasional yang berkualitas internasional dengan kapasitas produksi hingga 100 juta liter susu per tahunnya,” ujarnya dalam acara Peresmian Peternakan Sapi Perah PT Raffles Pacific Harvest dan Pabrik Prngolahan Susu PT ABC Kogen Dairy.

Lahan peternakan sapi perah seluas 72 hektar itu, kini ditempati sekitar 900 ekor sapi dan menargetkan pertambahan hingga 10.000 ekor sapi dalam jangka panjang.

“Dari jumlah tersebut, untuk tahap ini, baru ada 500 ekor sapi yang menghasilkan susu rata-rata 30,5 liter per hari per ekor,” tambah dia.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto yang hadir dalam acara tersebut turut menyambut baik karena dapat mendukung program pemerintah mengenai hilirisasi‎.

Menurut Panggah kapasitas susu fresh milk Indonesia sekitar 3,7 juta ton per tahun dan konsumsi dalam negeri juga masih kecil sekitar 12 kilo liter perkapita per tahun. Padahal di Thailand sudah 22,2 kilo liter per kapita per tahun, Malaysia sudah mencapai 36 kilo liter per kapita per tahun.

“Kalau saja kita bisa mencapai sama dengan yang di Malaysia maka artinya kapasitas kita harus sampai 10 jutaan ton per tahun. Kalau tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas di dalam negeri maka ada kekhawatiran impor akan terus naik dan ini harus dicegah supaya produktivitas dalam negeri bisa mengimbangi kebutuhan,” katanya.

Adapun produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20-30% kebutuhan susu nasional, dan sisanya masih diperoleh melalui impor dalam bentuk skim milk maupun powder.

Untuk itu, lanjut Panggah, perlu ada kerja sama antara Kementerian Pertanian dan koperasi peternak sapi untuk bisa meningkatkan produksi susu melalui koperasi-koperasi.

“Selain penambahan investasi, produktivitas sapi per ekor per hari itu paling tidak harus mendekati best practise sekitar 30 liter per hari per ekor, malah ada sampai 40 liter. Paling tidak koperasi atau individu-individu bisa ditargetkan untuk mencapai 20 liter per hari per ekor. Jika itu bisa dicapai maka kita nggak perlu target tinggi, semisal 40% saja sudah penuhi kebutuhan dalam negeri, dan peningkatan konsumsi yang terus naik maka ini sudah menjadi capaian keberhasilan,” ungkap dia.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT