Menkop dan UKM Optimistis Gerakan Koperasi Makin Diminati Generasi Muda

Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga (kiri), menyerahkan album foto perang Puputan Badung ke Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra, disaksikan oleh Wakil Walikota Denpasar, dan Ketua DPRD kota Denpasar. (20/9) Foto yang merupakan koleksi dari museum di Leiden, Belanda, tersebut diserahkan dalam acara pembukaan Festival Puputan Badung. ()

Oleh: Siprianus Edi Hardum / EHD | Minggu, 8 Oktober 2017 | 22:21 WIB


Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM optimistis gerakan koperasi akan semakin berkembang luas di masa depan, karena gairah generasi muda masih cukup tinggi. "Saya merinding menyaksikan deklarasi pemuda dan pemudi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menyatakan siap mendukung gerakan koperasi. Artinya mereka menaruh harapan besar pada gerakan koperasi sebagai alat peningkatan kesejahteraan sekaligus pemerataan,” kata Puspayoga, dalam peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) Kota Tangsel di Tangsel, Minggu (8/10).

Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Kemkop dan UKM, Agus Muharam, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. “Saya memberikan apresiasi tinggi pada Ibu Wali Kota Tangsel dan jajarannya, yang sangat mendukung gerakan koperasi tak hanya untuk masyarakat Tangsel, namun juga sampai ke pelajar dan mahasiswa," kata Puspayoga.

Puspayoga menambahkan, minat tinggi generasi muda Tangsel akan berkoperasi, juga terjadi di sejumlah daerah. Misalnya saat kunjungannya ke Semarang beberapa waktu lalu, dimana 3.700 dari 4.000 mahasiswa baru Universitas Islam Walisongo Semarang, menyatakan ingin berkoperasi.

"Dengan tingginya minat generasi muda untuk berkoperasi, dan sosialisasi gerakan koperasi secara masif, saya optimistis pada masa datang kontribusi koperasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) perekonomian Indonesia makin besar," katanya.

Lebih lanjut Puspayoga menguraikan saat ini saja kontribusi koperasi terhadap PDB sudah sebesar 4% per akhir 2016 atau naik dibanding 2014 yang masih 1,71 persen. Kenaikan juga terjadi pada rasio wirausaha, dimana kini sudah menjadi 3,01 persen (7,8 juta dibanding 2014 yang masih 1,55 persen).

Menurut Menkop dan UKM, dengan berkembangnya Koperasi dan UKM akan menjadi alat vital untuk terjadinya pemerataan kesejahteraan. "Pemerintahan sekarang tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja namun juga berupaya terjadi pemerataan kesejahteraan dan Koperasi dan UKM menjadi alat yang cocok untuk terjadinya pemerataan tersebut.

Saat ini gini ratio atau kesenjangan pendapatan sudah turun menjadi 0,39 persen dibanding sebelumnya 0,41 persen. Dan pada 2018 diharapkan turun menjadi 0,36 persen.

Puspayoga mendukung tekad Pemda Kota Tangsel yang akan menjadikan Tangsel sebagai Kota Koperasi, dengan satu koperasi 1.000 UKM. "Ini sejalan dengan program reformasi, dimana untuk menjadi koperasi berkualitas, lebih baik sedikit koperasi namun banyak anggotanya," tambahnya. Saat ini tercatat ada 75.000 koperasi yang sehat, 75.000 koperasi yang kurang sehat, dan hampir 50.000 koperasi yang dibubarkan.

Tahun 2021

Sementara itu Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menargetkan Kota Tangsel akan menjadi Kota Koperasi pada tahun 2021, dimana satu koperasi berisi 1.000 UKM, sehingga diharapkan menjadi koperasi sehat dan berkualitas.

Airin juga mengingatkan pentingnya koperasi dalam membangun dan meningkatkan jiwa wirausaha para pemuda pemudi dan masyarakat khususnya warga Tangsel. "Saat ini kami bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memberikan sertifikat secara gratis kepada Koperasi dan UKM untuk nantinya bisa dijadikan modal pembiayaaan ke lembaga keuangan," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas konten Koperasi dan UKM. “Kami juga mengadakan program peningkatan mutu dan kualitas serta melahirkan inovasi terbaru dari koperasi," katanya.

Pemerintah Kota Tangsel juga membantu untuk memperlancar koperasi dengan memberikan fasilitas. “Kami akan bangun gedung pusat inovasi dan koperasi tradisional berorientasi dengan orientitas, baik dari permodalan manajemen dan pemberian alternatif solusi berupa sertifikasi-sertifikasi tanah yang kerja sama dengan BPN Tangsel dan fasilitas pembentukan badan hukum koperasi, peralatan dan pembinaan peningkatan SDM, serta mengikutkan peserta koperasi terpilih dalam pameran yang ada didalam dan luar negeri,” lanjutnya.

Dalam hal ini ia mengingatkan, pentingnya koperasi dapat membangun lapangan kerja yang luas sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Tangsel dan juga dapat berkembang guna meningkatkan perekonomian di Kota Tangsel.

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT