Volume Transaksi RFB Capai 84 Persen dari Target

Kiri ke Kanan: Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya memberikan paparan mengenai potensi industri perdangan berjangka komoditi (PBK) Indonesia didampingi oleh Direktur Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang dan Kepala Cabang RFB Palembang, Eko Budhi Prasetyo dalam acara sosialisasi dan edukasi industri PBK di Palembang, Kamis 12 Oktober 2017. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Kamis, 12 Oktober 2017 | 18:20 WIB

Palembang - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) bersama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), menggelar serangkaian edukasi dan sosialisasi di Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya mulai dari Agustus - November 2017.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi industri PBK ini menyasar kalangan masyarakat umum, media dan mahasiswa. Adapun edukasi bagi media dalam bentuk media workshop serta lomba penulisan jurnalistik industri PBK bagi media di lima kota dengan menggandeng Mayong S Laksono sebagai salah satu juri.

Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini juga menggandeng dunia pendidikan yakni Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam program Futures Trading Learning Center (FTLC). Tujuan dari FTLC, lanjutnya, guna memberikan pemahaman sejak dini mengenai industri PBK serta menciptakan SDM yang siap dan berkualitas, serta menjadi calon investor masa depan dalam industri PBK.

“Sebagai salah satu pialang anggota dari BBJ dan KBI, RFB merasa perlu untuk bersama-sama memajukan industri PBK di Indonesia. Salah satunya, dengan mendorong potensi investor lokal seperti Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang, dan Surabaya, dengan harapan masyarakat dapat berinvestasi lebih sehat di industri PBK melalui BBJ dan KBI. Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Teddy, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (12/10).

Menurutnya, selama ini harus diakui bahwa masyarakat masih awam dengan jenis investasi ini. "Pada umumnya, investasi yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana, deposito dan sebagainya. Tambahan lagi, ada citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang,” kata Teddy.

Sementara itu, Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang menyatakan, pelaku pasar perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten, intensif dan ekstensif bagi masyarakat umum dan sivitas akademika, agar potensi dapat terealisasi, tentunya dengan dukungan pemerintah.

“Perlu ditekankan, industri PBK yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari risiko penipuan berkedok investasi yang masih marak saat ini,” tegas Paulus.

Kepala Cabang Rifan Palembang, Eko Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah sosialisasi bersama BBJ dan KBI yang didukung oleh Bappepti di Palembang.

“Dengan adanya kegiatan edukasi semacam ini melalui kerja sama dengan media dan sivitas akademika sebagai mitra strategis yang tepat, didukung ketegasan pihak yang berwenang terhadap aspek moral hazard para oknum tak bertanggung jawab di industri berjangka, kami yakin kepercayaan untuk bertransaksi di PBK kembali meningkat,” jelas Eko.

Sejak mulai beroperasi tahun 2007, lanjut Eko, jumlah investor Rifan di Palembang terus mengalami pertumbuhan. “Saat ini, jumlah nasabah mencapai lebih dari 1.500 yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan dan target kami tahun ini dapat menambah 500 nasabah baru,” jelas Eko.

Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya menambahkan, secara keseluruhan target volume transaksi SPA dan komoditi RFB sebesar 500.000 lot di akhir tahun 2017. "Sampai kuartal ketiga 2017, volume transaksi kami sudah mencapai 84 persen dari target,” kata Teddy.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT