BTN Genjot Pembiayaan KPR di Batam

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggandeng PT Lion Air dan PT Sarana Global Utama menghadirkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) berskema iB bagi 1.200 karyawan Lion Group di wilayah Batam. (Istimewa)

Oleh: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP | Kamis, 12 Oktober 2017 | 19:19 WIB

Batam - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggandeng PT Lion Air dan PT Sarana Global Utama menghadirkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) berskema iB bagi 1.200 karyawan Lion Group di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kemitraan tersebut sejalan dengan langkah Bank BTN terus mendukung Program Satu Juta Rumah sekaligus mendongkrak kredit perseroan di Batam. Pada tahap awal, BTN membidik dapat menyalurkan KPR iB dan konvensional baik berskema subsidi maupun non-subsidi kepada karyawan Lion Group senilai Rp 56 miliar.

Managing Director Consumer Banking Bank BTN Handayani mengatakan pihaknya terus berupaya menggelar kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Apalagi, angka kebutuhan akan hunian di Indonesia masih tinggi. Selain itu, lanjutnya, tahun ini Bank BTN mematok target pertumbuhan kredit yang berada di atas rata-rata industri perbankan nasional.

“Kemitraan ini menjadi salah satu upaya kami menggenjot pertumbuhan kredit terutama di wilayah Batam dalam rangka mencapai target kredit. Penyaluran KPR yang mengutamakan skema syariah ini dalam rangka mendukung peningkatan peran serta keuangan syariah untuk penyediaan sumber dana pembangunan termasuk pembangunan perumahan,” tutur Handayani dalam Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Pekerja Lion Air Residence, di Batam, Kamis (12/10).

Seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, pada tahap awal pembangunan perumahan bernama Lion Air Residence tersebut, akan dibangun 320 unit yang terdiri dari 110 unit rumah subsidi dengan harga Rp 130 juta dan 210 unit rumah non-subsidi dengan harga di atas Rp 200 juta. Perumahan dengan total luas lahan sekitar 3,7 hektare tersebut berlokasi di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Batam.

Handayani melanjutkan, Bank BTN juga bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan kemudahan pembiayaan perumahan bagi karyawan Lion Group. Di antaranya, pemberian bantuan uang muka untuk KPR subsidi dan bunga ringan untuk KPR non-subsidi. “Kami juga berikan fasilitas KPR baik berskema syariah maupun konvensional dengan uang muka 1 persen, margin atau bunga mulai 5 persen, jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun, dan angsuran fix selama jangka waktu pembiayaan,” jelas Handayani.

Menurut Handayani, pada tahap awal ini, Bank BTN membidik dapat menyalurkan KPR iB dan konvensional baik berskema subsidi maupun non-subsidi kepada karyawan Lion Group senilai Rp 56 miliar. Ke depannya, perseroan juga akan mengeksplorasi potensi pembiayaan konstruksi kepada pengembang dan pembiayaan konsumer lainnya kepada karyawan Lion Group.

Tidak hanya itu, lanjut Handayani, perseroan mengincar penghimpunan dana pihak ketiga baik ritel, korporasi, maupun payroll karyawan Lion Group. “Ada banyak peluang yang dapat kami sinergikan dengan Lion Group terutama terkait peningkatan layanan. Peningkatan layanan tersebut diharapkan bermanfaat bagi Lion Group dan berdampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Handayani.

Sementara hingga akhir Agustus 2017, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN terus mencatatkan kinerja positif. Per Agustus 2017, UUS Bank BTN mencatatkan aset unaudited sekitar Rp 19,87 triliun naik 26,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). BTN Syariah juga telah menyalurkan pembiayaan unaudited senilai Rp 16,16 triliun per atau tumbuh 27,31 persen yoy. UUS emiten bersandi saham BBTN ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga unaudited senilai Rp 16,33 triliun atau naik 26,44 persen yoy. Pada bulan ke delapan tahun ini, unit syariah tersebut juga telah mencetak laba unaudited senilai Rp 268 miliar atau melesat 35,92 persen yoy.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT