Sinar Mas Agribusiness Masuk Thailand via Canaan Enterprise

Gianto Widjaja, Direktur Sinar Mas Agribusiness and Food berjabat tangan dengan Theeraphat Denprasert, Direktur Canaan disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi, Managing Director Sinar MasSaleh Husein. (ist) ()

Oleh: Fajar Widhiyanto / FW | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:45 WIB

Sinar Mas Agribusiness and Food menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Canaan Enterprise Company Ltd (Canaan) untuk mendorong ekspor Indonesia ke pasar Thailand di ajang Trade Expo Indonesia yang ke-32 di ICE-BSD City, Tangerang (12/10). Melalui kesepakatan ini, Canaan akan menjadi agen tunggal yang memiliki hak eksklusif untuk mengimpor, mendistribusikan dan menjual kembali produk-produk margarin, shortening dan asam laurat dari Sinar Mas Agribusiness and Food dengan merek dagang Menara, Red Rose dan i-soc di Thailand.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Sinar Mas Agribusiness and Food Gianto Widjaja,  Direktur Canaan  Theeraphat Denprasert. Turut hadir pula Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi, dan Managing Director Sinar Mas Saleh Husein.

Direktur Sinar Mas Agribusiness and Food Gianto Widjaja menyampaikan, kesepakatan tersebut dibangun berdasarkan kemitraan antara perusahaan dan Canaan yang telah dibina sejak tahun 2013. "Kami melihat potensi yang baik untuk pasar Thailand. Hal tersebut juga didukung dengan peningkatan volume transaksi sebesar 30% dari tahun sebelumnya," ujar Gianto.

Sementara itu Direktur Canaan Theeraphat Denprasert menyebutkan bahwa Canaan dapat memasuki sektor kelapa sawit di Thailand melalui kemitraan  bersama Sinar Mas Agribusiness and Food. Menurutnya pengetahuan dan pemahaman Sinar Mas terhadap pasar akan memastikan kelanjutan dari kesuksesan kerja sama tersebut, seiring dengan permintaan yang terus meningkat di Thailand.

Pada tahun 2017, target pasokan dari Sinar Mas Agribusiness and Food untuk Canaan diperkirakan akan mencapai sekitar 2.000 metrik ton dan bernilai sekitar US$ 1,5 juta. Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh PT SMART, sebagai entitas bisnis Sinar Mas Agribusiness and Food.

Kesepakatan tersebut juga menunjukkan adanya hubungan yang mendalam antara perusahaan Thailand dan Indonesia. Nota kesepahaman ini menindaklanjuti pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri Thailand tahun lalu dimana keduanya berikrar untuk meningkatkan hubungan ekonomi guna mendorong perdagangan antara dua ekonomi terbesar ASEAN.




Sumber: Majalah Investor
ARTIKEL TERKAIT