Semester I 2017, Jumlah Investasi Taiwan di Indonesia US$ 300 Juta

Kepala TETO John Chen dan Ibu saat menyanyikan lagu kebangsaan Taiwan dan lagu Indonesia Raya bersama dengan anak-anak Taipei School di acara Gala Dinner Perayaan Hari Nasional ROC (Taiwan) yang ke-106. (Istimewa)

Oleh: Paulus Nitbani / PCN | Kamis, 12 Oktober 2017 | 22:37 WIB

Jakarta-Taiwan terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Hal ini terlihat jumlah investasi yang dibukukan oleh Taiwan dalam enam bulan pertama (semester I) tahun ini di mana tercatat investasi sebesar US$ 300 juta. Angka ini melonjak dua kali lipat lebih besar dari tahun lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia (TETO) pada peringatan hari nasional Taiwan di Jakarta, Selasa (10/10).

Dikatakan, Taiwan akan terus meningkatkan hubungan kerja sama bilateral dengan Indonesia dengan prinsip saling menguntungkan. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada bidang pertanian, investasi, perdagangan, tetapi juga pada bidang pembinaan sumber daya manusia.

Terkait pembinaan SDM ini, pada tahun ini sebanyak 69 warga Indonesia menerima beasiswa dari pemerintah Taiwan. Jumlah ini juga meningkat cukup tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 39 orang. Dikatakan, pada program pembelajaran teknik produksi oleh pemerintah Taiwan, membuat para pelajar Indonesia berlatih lebih intensif. Setelah mereka lulus, tuturnya, akan memperoleh peluang kerja yang lebih baik. Lahan percontohan pertanian dan bibit unggul juga terus dilaksanakan.

Semua ini, paparnya, tidak terlepas dari kebijakan New Southbound Policy dari Pemerintah Taiwan, di mana Taiwan ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara-negara yang berada di bagian selatan dunia, termasuk Indonesia.

John Chen mengatakan,Taiwan sendiri tahun ini, telah mencapai berbagai kemajuan. Beberapa industri unggulan Taiwan telah diakui dunia internasional.

Dikatakan, Taiwan saat ini berada di urutan keempat sebagai tempat tinggal dan bekerja bagi orang asing. Bahkan, dalam kebebasan pers Taiwan berada di urutan pertama di Asia.

Pemerintah Taiwan juga memprakarsai beberapa kebijakan produksi untuk pengalihan sistem ekonomi, termasuk “Asia Silicon Valley Center dan Asia Pacific Medical Development Center,  serta produk  5+2 , yang diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, dalam memperingati Hari Nasional Taiwan, TETO juga menggelar Nasional Day Gala Dinner di hotel Borobudur Jakarta yang dihadiri sekitar seribu tamu undangan dari berbagai kalangan dari Indonesia dan Taiwan.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT