Penutupan Atap Kota Mandiri Meikarta

‎Luhut: Meikarta Ciptakan Lapangan Kerja

Acara penutupan atap kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu 29 Oktober 2017. (SP/MIkael Niman)

Oleh: Mikael Niman / AB | Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:41 WIB

Bekasi - Lippo Group melakukan penutupan atap (topping off) bangunan dua tower pertama di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (29/10). Hadir dalam acara tersebut‎, antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, ‎CEO Lippo Group James Riady, Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie‎, dan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Pada kesempatan itu, Luhut menegaskan perizinan kota mandiri Meikarta sudah beres dan tidak bermasalah. Dengan demikian, tidak perlu ada lagi pihak-pihak yang mempersoalkan perizinan Meikarta. Pembangunan kota mandiri Meikarta juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sekitar 100.000 orang bekerja dan 98 persen merupakan anak bangsa.

‎"Tidak ada permasalahan perizinan, tanah dan sebagainya telah dimiliki Lippo Group. Pemerintah akan selesaikan semua perizinan secepatnya," ujar Luhut.

Dia meminta masyarakat tidak berpikir negatif terhadap suatu perubahan, seperti yang dilakukan Lippo Group dalam membangun kawasan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

"Bangsa ini jangan cepat putus asa. Pak James mempertaruhkan reputasinya selama 67 tahun (untuk membangun Meikarta).‎ Kawasan ini menciptakan kesempatan kerja, hampir 90 persen anak bangsa bekerja di sini," tuturnya.

Bahkan, Luhut mengaku tertarik dengan informasi harga hunian yang ditawarkan Meikarta. Dengan luas sekitar 23 meter persegi (tipe studio), hunian di Meikarta dipasarkan dengan harga Rp 127 juta.

"Dengan cost hampir sama dengan rumah murah yang dibangun pemerintah, kenapa Lippo bisa bikin murah, kita (pemerintah pusat) tak bisa?" tanyanya.

Dalam waktu dekat, Luhut menyatakan dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengan menteri terkait untuk mengupayakan pembangunan hunian murah yang kualitas dan kenyamanannya sama dengan tipe studio di Meikarta.

‎"Kita harus berpikir jauh ke depan. ‎Saya beruntung melihat ini sekarang. Saya melaporkan kepada presiden," imbuhnya.

Saksikan videonya di sini:




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT