Wika Realty Jajaki Penerbitan MTN Rp 1 Triliun

PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, menargetkan proyek Mixed Use Tamansari Lagoon Manado, Sulawesi Utara. (/Imam Mudzakir)

Oleh: Devie Kania / WBP | Senin, 30 Oktober 2017 | 22:17 WIB

Jakarta – PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp 1 triliun. Perseroan akan menerbitkan MTN sebesar Rp 250 miliar pada November 2017, dan sisanya pada 2018.

Direktur Utama Wika Realty Agung Salladin menyatakan, emisi surat utang ini merupakan kelanjutan MTN VI tahun 2017 yang perseroan terbitkan pada pekan lalu. Diketahui, perseroan memang berencana menerbitkan MTN senilai Rp 1,5 triliun. “Minggu lalu kami baru merampungkan penerbitan MTN Rp 500 miliar, sisanya yang Rp 1 triliun akan diterbitkan secara bertahap. Khusus tahun ini, total MTN yang diterbitkan Rp 750 miliar,” ujar Agung di Jakarta, Senin (30/10).

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Wika Realty menawarkan tingkat kupon tetap sebesar 9,75 persen per annum untuk MTN VI tahun 2017 senilai Rp 500 miliar. Surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 27 Oktober 2020.

Dibandingkan kupon MTN tahun 2015 dan 2016, Wika Realty meraih penurunan biaya dana. Sebab, Wika Realty memberikan tingkat kupon sebesar 11,5 persen atas MTN III tahun 2015 seri A dan B, serta kupon 12,25 persen saat merilis MTN IV tahap I dan II tahun 2016.

Direktur Keuangan Wijaya Karya A Steve Kosasih mengaku bersyukur bahwa anak perusahaannya berhasil mendapat biaya dana yang cukup baik. Adapun MTN Wika Realty mendapat rating BBB+ atau invesment grade oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). “Kami sedang menyiapkan Wika Realty melakukan penawaran umum perdana pada 2018,” papar dia.

Agung menjelaskan, sekitar 50 persen dana MTN VI yang sebesar Rp 500 miliar alokasikan untuk refinancing pinjaman jangka pendek. Harapannya, dengan surat utang bertenor lebih panjang maka Wika Realty dapat lebih fleksibel. Di sisi lain, biaya dana (cost of fund) menurun. “Sedangkan sisa dari dana emisi MTN, kami akan pergunakan untuk menunjang modal kerja,” papar Agung.

Sampai September 2017, Wika Realty membukukan marketing sales sebesar Rp 1,5 triliun dari target sepanjang tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan mencatat total penjualan berkisar Rp 800 miliar dan target tahun ini sebesar Rp 2 triliun.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT