Laba Astra Naik 26% Capai Rp 1,418 Triliun

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto. (BeritaSatu Photo/mohammad defrizal)

Oleh: Devie Kania / WBP | Selasa, 31 Oktober 2017 | 21:18 WIB

Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) hingga September 2017 mencetak kenaikan laba bersih 26 persen menjadi Rp 14,18 triliun dari Rp 11,28 triliun pada September 2016. Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.

"Perseroan mencatat kenaikan pendapatan bersih 14 persen dari Rp 132,29 triliun menjadi Rp 150,22 triliun," kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/10).

Dia menyatakan, selama periode Januari-September 2017 segmen otomotif Grup Astra berhasil meningkatkan panga pasar mobil dan motor. Namun ia mengakui, tekanan diskon yang terjadi di pasar membuat kompetisi di pasar mobil meningkat.

Sampai September 2017, laba bersih bisnis otomotif grup naik sekitar 10 persen menjadi Rp 6,6 triliun karena meningkatnya penjualan mobil dan motor. Penjualan mobil secara nasional naik 3 persen menjadi 804.000 unit. Sementara penjualan mobil Astra International naik 5 persen menjadi 444.000 unit, sehingga pangsa pasar Astra naik dari 54 persen menjadi 55 persen. Sejauh ini grup telah meluncurkan sembilan model baru dan 10 model revamped.

Sedangkan penjualan sepeda motor nasional tidak berubah, yaitu sebanyak 4,3 juta unit. Namun penjualan motor PT Astra Honda Motor (AHM) justru naik 2 persen menjadi 3,2 juta unit, dan kini pangsa pasar AHM naik dari 73 persen menjadi 75 persen.

Selanjutnya, Prijono memaparkan, perseroan melalui bisnis komponen di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan kenaikan laba bersih 30 persen menjadi Rp 370 miliar.

Sampai September 2017, laba bersih bisnis jasa keuangan Astra Grup tumbuh 42 persen menjadi Rp 2,9 triliun. Sebagian besar berasal dari Bank Permata yang membukukan laba bersih Rp 708 miliar, dibanding rugi bersih sebesar Rp 1,2 trilliun.

Sementara kontribusi laba bersih segmen bisnis di alat berat dan pertambangan naik 80 persen menjadi Rp 3,4 triliun. Adapun, salah satu anak usaha perseroan di sektor ini, yakni PT United Tractor Tbk (UNTR) berhasil membukukan kenaikan laba 80 persen menjadi Rp 5,6 triliun.

Astra International mendata, laba bersih segmen agribisnis grup tumbuh 23 persen menjadi Rp 1,1 triliun. Adapun laba bersih divisi properti meningkat 15 persen menjadi Rp 97 miliar. “Kenaikan itu, sebagian besar disebabkan peningkatan laba dari proyek Anandamaya Residences yang direncanakan selesai pada 2018,” papar Prijono.

Adapun laba bersih segmen teknologi infromasi stabil sebesar Rp 105 miliar. Divisi infrastruktur dan logistik grup mencatat rugi bersih Rp 66 miliar, dibanding laba bersih sebesar Rp 213 miliar. “Rugi bersih itu, sebagian besar karena kerugian awal dari ruas jalan tol baru Cikopo-Palimanan. Adapun, pada awal tahun kami secara grup baru mengakuisisi kepemilikan sebanyak 45 persen di tol tersebut,” jelas dia.

Prijono juga mengemukakan, posisi kas bersih Astra International di luar segmen jasa keuangan tercatat Rp 1,2 triliun sampai September lalu. Posisi tersebut lebih rendah dari Rp 6,2 triliun pada September 2016, karena investasi jalan tol, pembangkit listrik dan properti yang dilakukan selama sembilan bulan pertama tahun 2017.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT