RI Kebut Perundingan Tiga Perdagangan Bebas

Ilustrasi perdagangan ekspor lewat pelabuhan. (AFP)

Oleh: Eva Fitriani / HK | Rabu, 8 November 2017 | 20:13 WIB

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mengebut penyelesaian tiga perundingan bilateral pada November 2017 agar bisa selesai tepat waktu. Ketiga perundingan tersebut adalah Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), Indonesia-European Free Trade Association/EFTA CEPA (IE-CEPA), serta Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA).

“Menjelang akhir tahun, ketiga perundingan dikebut untuk dapat diselesaikan sesuai target,” kata Direktur Perundingan Bilateral sekaligus Sekretaris pada ketiga perundingan tersebut, Ni Made Ayu Marthini, Selasa (8/11).

Made mengungkapkan, perundingan Indonesia dengan Chile dalam IC-CEPA putaran ke-6 berlangsung pada 6-10 November 2017. Indonesia dan Chile sepakat bahwa IC-CEPA dimulai secara bertahap dengan perjanjian barang (trade in goods) terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke perjanjian investasi, jasa, atau lainnya sesuai perkembangan di kemudian hari.

Kinerja perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun (2012-2016) turun sebesar 12,09%. Meskipun demikian, pada periode Januari-Agustus tahun 2017 total perdagangan kedua negara meningkat 27% menjadi US$ 201 juta dari yang sebesar US$ 158,36 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, putaran ke-13 perundingan Indonesia dengan EFTA (IE-CEPA) bergulir pada 7-10 November 2017. Perundingan IE-CEPA merupakan perundingan CEPA secara penuh, yang artinya perdagangan jasa dan investasi juga menjadi isu yang dirundingkan.

Ketua Perunding Indonesia untuk IE-CEPA Duta Besar Soemadi DM Brotodiningrat menyatakan walaupun perundingan IE-CEPA diupayakan selesai sesuai target, bukan berarti asal sepakat. "Kedua pihak menginginkan perjanjian yang kredibel dan saling menguntungkan," ujar dia.

Data 2016 menunjukkan, EFTA adalah tujuan ekspor terbesar ke-15 dengan nilai US$ 3,3 miliar dan asal impor nonmigas terbesar ke-19 dengan nilai US$ 1 miliar bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia dengan EFTA mencapai US$ 3,3 miliar. Selama kurun waktu lima tahun terakhir, neraca perdagangan kedua ekonomi terus meningkat dan pada 2016 Indonesia surplus US$ 1,2 miliar.

Di sisi lain, perundingan IA-CEPA akan dilaksanakan pada 13-17 November 2017. Perundingan putaran ke-10 ini akan menjadi putaran terakhir karena ditargetkan selesai tahun 2017 oleh kedua Kepala Negara yang bertemu pada bulan Februari 2017.

“Pada putaran ke-10, kedua negara diharapkan dapat menyelesaikan isu utama IA-CEPA, khususnya terkait akses pasar di bidang perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi. Isu lainnya yang juga harus diselesaikan antara lain terkait keterangan asal barang, prosedur kepabeanan, perdagangan elektronik, telekomunikasi, perpindahan orang perseorangan, persaingan usaha, kerja sama ekonomi, serta hukum dan kelembagaan,” ujar Ketua Perunding IA-CEPA Deddy Saleh.

Total perdagangan bilateral Indonesia dan Australia di tahun 2016 mencapai US$ 8,5 miliar. Ekspor Indonesia mencapai US$ 3,2 miliar dan impor sebesar US$ 5,3 miliar, sehingga Indonesia mencetak defisit perdagangan sebesar US$ 2,1 miliar. 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT