Intiwhiz Siapkan Ekspansi Hotel

Presiden Komisaris PT Intiland Development Tbk Cosmas Batubara (kedua kanan) disaksikan President Director Intiwhiz Hospitality Management Mudjianto S. Tjahjono (kedua kiri), Hotel Manager Whiz Prime Basuki Rahmat Azis Siswono (kanan) dan Corporate GM Sales & Marketing Intiwhiz Hospitality Management Edi Sumardi menandatangani prasasti saat peresmian Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat di Malang, Jawa Timur (11/11/2017). Hotel ini menyediakan 70 kamar dan ruang meeting berkapasitas hingga 1000 orang. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Minggu, 12 November 2017 | 19:31 WIB

Malang - PT Intiwhiz International mulai mengoperasikan Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat, Malang, Sabtu (11/11). Hotel bintang tiga ini menyediakan sebanyak 70 kamar dengan kolam renang serta dilengkapi dengan ruang meeting berkapasitas hingga 1.000 orang.

President Director Intiwhiz Hospitality Management, Moedjianto S Tjahjono, mengatakan, kehadiran hotel ini menjadi jawaban atas kebutuhan hotel bintang tiga yang tidak hanya menawarkan kenyamanan namun juga lokasi yang strategis.

"Kehadiran hotel ini, diharapkan dapat menambah pilihan akomodasi dan menjadi salah satu hotel favorit bagi masyarakat yang ingin menginap di kota Malang," kata Moedjianto.

Menurutnya, Intiwhiz sendiri tengah bersiap untuk ekpansi bisnis dengan menambah sejumlah hotel baru. Rencananya, kata Moedjianto, pihaknya akan mengoperasikan enam hotel baru sampai dengan tahun depan.

"Saat ini, Intiwhiz telah mengoperasikan 22 hotel di 17 kota. Adapun jumlah kamarnya, sekitar 3.000 unit. Dengan penambahan enam hotel, Intiwhiz akan mengelola 28 hotel," kata Moedjianto.

Whiz Capsule di Trawas, Mojokerto

Menyoal lokasi hotel baru tersebut, kata Moedjianto, rencananya akan ada dua hotel baru sampai dengan akhir tahun ini. "Rencananya, hotel bintang tiga di Padang dan Bromo untuk hotel kapsul yang kedua setelah Trawas," paparnya.

Tahun depan, lanjut Moedjianto, pihaknya akan menambah satu hotel bintang empat di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). "Kemudian, ada hotel bintang tiga di Bekasi, Karawang, dan Bandung," tambahnya.

Langkah ekspansi ini, lanjut Moedjianto, tidak terlepas dari tingginya angka okupansi yang diraih oleh pihaknya. Tercatat, kata dia, okupansi hotel yang dikelola Intiwhiz mencapai angka rata-rata diatas 70 persen.

"Angka okupansi hotel memang cukup tinggi. Yogyakarta dan Manado menjadi yang paling tinggi dengan raihan diatas 80 persen," jelasnya.

Menyoal investasi yang ditanamkan, kata Moedji, pihaknya memiliki hitungan tersendiri. Untuk bintang dua (Whiz Hotel) dibutuhkan investasi Rp 38 miliar sampai dengan Rp 40 miliar. Kemudian, untuk bintang tiga (Whiz Prime) membutuhkan biaya Rp 45 miliar sampai dengan Rp 50 miliar.

"Sedangkan bintang empat (Grand Whize) sekitar Rp 70 miliar. Paling murah, hotel kapsul dengan nilai Rp 10 miliar," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT