Indonesia Genjot Ekspor Produk Industri ke Vietnam

Ilustrasi ekspor dan impor. (Antara)

Oleh: Rahajeng KH / HK | Senin, 13 November 2017 | 21:29 WIB

Jakarta - Indonesia akan memanfaatkan potensi Vietnam untuk menjadi tujuan pasar ekspor dan rantai pasok tingkat regional bagi industri nasional. Vietnam juga termasuk negara yang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan Eropa dan Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, Vietnam memiliki potensi pasar dan banyak perusahaan Indonesia yang sudah beroperasi di Vietnam. Jumlahnya sekitar 50, antara lain bergerak di sektor makanan dan minuman, plastik, semen, serta pelumas.

"Indonesia dan Vietnam berkompetisi di sektor industri yang labor intensive. Tapi, Indonesia mempunyai struktur industri yang lebih dalam, seperti sektor petrokimia, baja, dan resources based,” kata Airlangga, Senin (13/11).

Airlangga menilai perbaikan perekonomian Indonesia membuat pelaku industri dalam negeri mulai berminat untuk ekspansi ke tingkat regional. Salah satu tujuannya adalah Thailand dan Vietnam. Selain itu, dengan kombinasi investasi dan pasar yang baru tumbuh, Indonesia bisa manfaatkan potensi yang ada di Vietnam tersebut.

Kemitraan strategis Indonesia dan Vietnam dapat dilakukan dengan baik karena memiliki banyak kemiripan. Oleh karenanya, kedua negara perlu menjaga momentum untuk menuju pasar global dan mengisi pasar APEC.

“Kita punya tujuan bersama di dalam Asean pada 2025, serta pasar pasifik di 2020. Harapannya, kita mendapat peluang terbuka, tidak hanya untuk masing-masing negara,” kata dia.

Menurut Airlangga, sinergi juga akan dilakukan di sektor industri kecil dan menengah (IKM). Sektor ini bisa menjadi tulang punggung bagi perekonomian negara. Selain itu, dengan perkembangan ekonomi digital, kedua negara perlu melakukan kerja sama dalam penerapan Industri 4.0.
“Kita bisa kembangkan peluang dan pasar baru bersama-sama,” kata Airlangga.

Vietnam adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, yang juga memiliki angka perdagangan yang cukup tinggi dengan Indonesia. Tahun lalu, angka perdagangan antara kedua negara mencapai US$ 6,2 miliar. Indonesia berinvestasi di Vietnam di sektor properti, obat-obatan, makanan dan bahan kimia dengan total mencapai US$ 2 miliar.

Ekspor Indonesia ke Vietnam pada periode Januari-Mei 2017 mencapai US$ 1,4 miliar atau naik 35,32% dari periode sama tahun sebelumnya. Pada paruh pertama 2017, produk otomotif Indonesia mulai memasuki pasar Vietnam dalam jumlah lebih besar dibanding dengan periode yang sama pada 2016.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT