BTN Gandeng Pemkab Jember Benahi Kampung Nelayan Puger

Direktur Utama Bank BTN Maryono (kanan) dan Bupati Jember Faida menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank BTN dengan Pemkab Jember terkait penyediaan layanan dan jasa perbankan di Jakarta, Selasa (14/11). (Lona Olavia/Lona Olavia)

Oleh: Lona Olavia / MPA | Selasa, 14 November 2017 | 18:14 WIB

 

Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan membangun Kampung Nelayan Puger dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Langkah tersebut dilakukan oleh perseroan sebagai bagian dari strategi perseroan mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015 lalu. Apalagi secara bisnis, Jember memiliki potensi bisnis serta memenuhi syarat yang berlaku dan pengembangan kawasan ini akan mendukung ekonomi kerakyatan.

"Kami akan melakukan pembangunan dan pembenahan Kampung Nelayan Puger karena negara Republik Indonesia ini wilayah kelautan yang dihuni para nelayan. Tapi bagaimana mengembangkan wilayah ini menjadi poros maritim, sehingga kami ingin menjembatani Jember sebagai pilot project pembangunan pemukiman bagi nelayan. Namun, kami juga tak hanya bangun rumah, keluarga nelayan juga harus sejahtera melalui UKM," ungkap Direktur Utama Bank BTN Maryono usai melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank BTN dengan Pemkab Jember terkait penyediaan layanan dan jasa perbankan di Jakarta, Selasa (14/11).

Sementara itu, Bupati Jember Faida mengaku antusias dalam kerja sama ini. Pasalnya, ada ratusan pembangunan rumah nelayan yang terhambat dan selama ini terabaikan. Sementara, BTN cepat tanggap dalam pembangunan rumah bagi nelayan. "Akad 2.002 unit rumah ini harus bisa menjadi solusi, tak hanya membawa program saja," katanya.

Selain akan membangun dan membenahi kawasan hunian bagi nelayan tersebut, Maryono melanjutkan, Bank BTN juga berencana akan menggelar akad KPR secara serentak sebanyak 2.002 unit rumah di Jember. Jumlah tersebut naik dari jumlah akad serentak pada tahun sebelumnya sejumlah 1.001 unit yang juga meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Jumlah akad serentak pada tahun lalu, kami lipat gandakan dua kali lipat pada tahun ini menjadi 2.002 unit rumah. Tujuannya, kami ingin agar bagaimana wilayah Jember dapat berkembang sesuai dengan potensi yang ada sehingga dapat berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat Jember,” katanya.

Melalui kemitraan tersebut, perseroan sambungnya akan menyediakan berbagai jasa dan layanan perbankan bagi Pemkab Jember. Melalui kemitraan tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini juga akan melakukan kerja sama di bidang e-retribusi dengan Pemkab Jember.

Menurut Maryono, untuk mencapai target komitmen sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, perseroan memang terus menggelar kemitraan baik dalam rangka meningkatkan realisasi ketersediaan rumah maupun permintaan akan hunian. Hingga Oktober 2017, lanjut Maryono, sebagai wujud komitmen tersebut, perseroan telah merealisasikan 75,32% dari target penyaluran kredit dalam rangka Program Satu Juta Rumah.

Selain terus menggelar kemitraan, Bank BTN juga menggelar berbagai langkah strategis dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Di antaranya, perseroan melakukan berbagai relaksasi ketentuan kredit baik KPR maupun kredit konstruksi. Bank yang tengah menggelar transformasi digital ini juga terus meningkatkan kapasitas IT, menambah jaringan serta menambah jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Dalam menjalankan berbagai strategi tersebut, Bank BTN juga tetap mengutamakan risk management dalam rangka mengimplementasikan good corporate governance (GCG).

Sementara itu, sepanjang 2017, BTN membidik penyaluran kredit perumahan untuk 666.000 unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Di mana, penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah dan penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi ditargetkan sebanyak 161.878 unit rumah.

Adapun, hingga bulan ke-10 tahun ini, perseroan telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32% senilai Rp 55,7 triliun. Untuk jenis rumah subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp 24,86 triliun. Sedangkan, untuk jenis rumah non-subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp 30,84 triliun.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT