PJB Dukung Gerakan Bersih Pantai Kenjeran

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah, Direktur Operasi PT Pembangkitan Jawa Bali, Sugianto dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf usai mengikuti Gerakan Bersih Pantai di pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (14/11). (Investor Daily/Amrozi Amenan)

Oleh: Amrozi Amenan / FER | Selasa, 14 November 2017 | 21:39 WIB

Surabaya - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berpartisipasi dalam Gerakan Bersih Pantai yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Ditjen (PPKL) di pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (14/11).

Direktur Operasi PJB, Sugianto, mengatakan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai Kenjeran ini PJB ingin berkontribusi dalam kelestarian lingkungan dan ikut bersama-sama dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas.

"Apalagi, sebagai perusahaan listrik, PJB selalu menghasilkan limbah abu batu bara dalam proses produksi listriknya," kata Sugianto.

Selama ini, lanjutnya, PJB berkomitmen mengolah limbah batu bara yang dihasilkan menjadi hal yang berguna. "Hampir 90 persen hingga 95 persen limbah batu bara dari Pembangkit di Tuban dan Paiton dikirim ke Semen Indonesia untuk diolah sebagai paving," jelasnya.

Selain itu, untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan sampah, PJB telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan mobil listrik dan melakukan kajian pembangkit listrik tenaga sampah. "Dalam hitungannya, pembangkit tenaga sampah ini biaya produksinya mahal, sehingga perlu solusi lebih lanjut," tandas Sugianto.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, MR Karliansyah, mengatakan, Gerakan Bersih Pantai ini untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik di laut sebesar 70 persen sampai dengan tahun 2025.
Gerakan Bersih Pantai diikuti oleh 1.400 orang peserta Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten se Indonesia, Pemda setempat, anak-anak sekolah kader lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Gerakan Bersih Pantai ini juga diikuti oleh 33 DLH Provinsi dan 100 lebih DLH Kabupaten Kota. Pelaksanaan memilih lokasi di Pantai Kenjeran merupakan lokasi pilihan DLH Jatim untuk menunjukkan kebersihan Pantai Surabaya yang ada Taman Kotanya sehingga bisa untuk tujuan bechmarking Provinsi dan Kota Kabupaten lain," ujar Karliansyah.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf, mengatakan, saat ini Provinsi Jatim serius menangani limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) agar tidak merusak dan menganggu lingkungan. Sejauh ini, potensi limbah yang dihasilkan mencapai 300 juta ton per tahun. Sementara, jumlah yang dilaporkan perusahaan hanya sekitar 170 juta ton per tahun. "Karena itu, kita minta perusahaan agar melaporkan jumlahnya secara akurat," katanya.

 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT