BTN Biayai Proyek PP Properti di Semarang Rp 265 M

BTN Biayai Proyek PP Properti di Semarang Rp 265 M
BTN memberikan pembiayaan kepada PT PP Properti Tbk untuk membangun hunian bertingkat di Semarang. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 19 November 2017 | 15:26 WIB

Semarang - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan dukungan pembiayaan kredit konstruksi bagi pembangunan apartemen Amarta View. Total kredit yang akan disalurkan BTN kepada apartemen tersebut sebesar Rp 265 miliar.

Kepala Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (19/11) mengatakan, langkah ini adalah bentuk dukungan pembiayaan BTN kepada PT PP Properti Tbk untuk membangun hunian bertingkat di Semarang. "Kami konsisten membiayai pembangunan hunian untuk masyarakat apakah itu rumah tapak atau apartemen. Ini juga merupakan bagian dukungan BTN dalam program sejuta rumah, termasuk di Semarang," kata dia usai penandatanganan perjanjian kerja sama yang didampingi Kepala Cabang BTN Semarang Iriska di Semarang, Sabtu (18/11).

Kredit konstruksi senilai Rp 265 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan dua tower apartemen Amarta View yang dibangun di atas lahan sekitar 8.687 m2 di Jalan Bringin, Ngaliyan kota Semarang. Adapun unit terbangun pada kedua tower tersebut mencapai 1.480 unit. "Dukungan kredit kepada PT PP Properti tidak hanya untuk pembangunan unit apartemen Amarta View saja. Tapi termasuk pembangunan sarana dan prasarana apartemen tersebut. Jadi konsep dukungan pembiayaan one stop service kami berikan pada pembangunan apartemen ini," jelas Suryanti.

BTN konsisten mendukung program pembangunan Sejuta Rumah yang digariskan Presiden Joko Widodo. BTN telah membiayai berdirinya 1,44 juta unit rumah di seluruh Indonesia dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi mencapai Rp 155,9 triliun sejak program Sejuta Rumah digulirkan pada 29 April 2015 lalu.

Hingga akhir tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666.000 unit rumah terdiri dari 504.122 unit untuk KPR subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi.

Tercatat hingga September 2017, kredit dan pembiayaan Bank BTN meningkat 19,95 persen (year on year/yoy) atau naik menjadi Rp 184,5 triliun dari Rp 153,81 triliun pada kuartal III-2016 . Per September 2017, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 19,32 persen yoy menjadi Rp 167,16 triliun. Di segmen ini, KPR subsidi mencatatkan kenaikan paling tinggi atau sebesar 30,78 persen yoy menjadi Rp 68,34 triliun pada September 2017. Kredit konstruksi dan KPR non-subsidi pun mencetak pertumbuhan positif masing-masing 17,87 persen yoy dan 12,59 persen yoy.



Sumber: BeritaSatu.com