Mochtar Riady: Sektor Properti Pemicu Kemajuan Bangsa

Mochtar Riady: Sektor Properti Pemicu Kemajuan Bangsa
Founder & Chairman Lippo Group, Mochtar Riady menjadi pembicara dalam acara Indonesia Property Forum 2017 "The Future of Property in Indonesia" di Jakarta, 30 November 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Uthan A Rachim )
Imam Muzakir / FER Kamis, 30 November 2017 | 17:52 WIB

Jakarta - Founder & chairman Lippo Group, Mochtar Riady, menilai, salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara dan bangsa dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur, properti, dan industri. Hal itu, telah dilakukan oleh Tiongkok yang saat ini menjadi negara paling maju bersama Amerika Serikat (AS).

"Kenapa pembangunan ekonomi di Tiongkok itu begitu pesat? Salah satunya adalah pembangunan perumahan, ini ide menjadi pembangunan ekonomi dan kedua adalah mobil (industri) kendaraan dan ketiga adalah pembangunan infrastruktur. Nah, dari ketiga hal itulah Tiongkok sekarang menjadi negara paling maju dan tentu dengan menggunakan teknologi," kata Mochtar Riady saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Property Forum 2017 "The Future of Property in Indonesia" di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (30/11).

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa dengan membangun properti, menjadi gambaran betapa pentingnya peran sektor properti dalam membangun suatu negara dan bangsa. Salah satu kesuksesan Tiongkok, kata Mochtar, adalah membangun kota-kota baru, membangun properti dan membangun kota.

"Membangun kota itu adalah membangun message dan semuanya itu dilakukan secara terbuka, dan ini harus kita pikirkan semua ke depan," tambahnya.

Mochtar Riady menceritakan, pada tahun 1992 cadangan devisa Tiongkok itu hanya US$ 200 juta. Namun, pembangunan secara gencar dilakukan Tiongkok mulai tahun 1995. Sejak saat itu, dalam kurun waktu pembangunan selama 22 tahun, Tiongkok begitu maju dan kuat dalam hal ekonomi.

"Cara apa negara Tiongkok itu membangun ekonomi dengan kuat itu, yang tadinya terbelakang dan dalam waktu 22 tahun menjadi negara yang paling maju. Mereka membangun kota-kota baru, membangun properti, infrastruktur dan juga industri," kata Mochtar.



Sumber: Investor Daily