Mendag Resmikan Inacham di Hong Kong

Mendag Resmikan Inacham di Hong Kong
Enggartiasto Lukita. ( Foto: Antara )
/ WBP Minggu, 3 Desember 2017 | 17:23 WIB

Jakarta- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesia Chamber of Commerce (Inacham) di Hong Kong, dalam upaya meningkatkan kinerja ekspor dan menarik investasi ke dalam negeri.

Peresmian tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Daerah Administrasi Khusus Tiongkok pada Mei 2017. Pembentukan Inacham Hong Kong tersebut difasilitasi Konsulat Jenderal RI di Hong Kong dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Hong Kong Dato Sri A. Tahir, serta Kadin Indonesia.

"Kita sedikit tertinggal dari negara lain untuk membentuk Kamar Dagang di Hong Kong. Minat pelaku usaha Hong Kong kini sangat besar untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra bisnisnya," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (3/12).

Pembentukan Inacham yang diresmikan pada 30 November 2017 tersebut, dirintis sejak dua tahun lalu dan mendapatkan momentum saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada bulan Mei 2017.

Pembentukan Inacham di pengujung bulan November ini juga merupakan tanggapan cepat dari berbagai kalangan setelah ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Investasi antara ASEAN dan Hong Kong di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Filipina pada pertengahan November 2017.

Pelaku usaha Hong Kong maupun pebisnis Indonesia yang sudah memiliki basis usahanya di Hong Kong, bisa meningkatkan skema usaha dengan memilih Indonesia sebagai mitra dagang dan investasi jangka panjang.

Indonesia memandang Hong Kong sebagai pintu untuk memasuki pasar Tiongkok lebih dalam lagi dan menarik investasi lebih besar ke Indonesia.

Sementara pelaku usaha Hong Kong memandang Indonesia sebagai hub bisnis untuk kawasan ASEAN dan mitra Free Trade Agreement (FTA) ASEAN lainnya seperti Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Selandia Baru.

"Konsep regional networking melalui Hong Kong sangat menarik untuk dikembangkan Indonesia," ujar Enggartiasto.

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan Hong Kong memiliki hubungan khusus dengan Tiongkok yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor Indonesia ke Tiongkok.

Selain itu, sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Indonesia juga dapat menjadikan Hong Kong sebagai pusat regional promosi investasi untuk memfasilitasi masuknya investasi baru ke Indonesia.

Dalam sambutannya, Mendag Enggar berharap agar Inacham dapat segera beroperasi secara efektif.

Saat ini kedudukan President of Inacham-Hong Kong dijabat rangkap oleh President of Inacham di Beijing James Hartono, sementara jabatan Chairman of Inacham-Hong Kong dipegang oleh Tjia Boen Sien, pebisnis Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Hong Kong sejak 30 tahun lalu.

Hong Kong menduduki negara tujuan ekspor nonmigas ke-15 terbesar bagi Indonesia untuk tahun 2016. Perdagangan Indonesia-Hong Kong tahun 2016 mencapai US$ 3,91 miliar dengan surplus sebesar US$ 371 juta bagi Indonesia.

Ekspor Indonesia ke Hong Kong tahun 2016 sebesar US$ 2,14 miliar dan impor sebesar US$ 1,77 miliar.

Pada tahun 2016, Hong Kong tercatat sebagai mitra investor ke-4 terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 2,6 miliar dan jumlah proyek sebanyak 1.137.

Indonesia juga tercatat memiliki kerja sama ekonomi dengan Hong Kong dalam kerangka ASEAN-Hong Kong FTA dan ASEAN-Hong Kong Investment Agreement yang telah ditandangani pada November 2017.



Sumber: ANTARA