PP Properti Groundbreaking Serentak Tujuh Tower

Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat pada pemaparan update kinerja dan proyek-proyek perseroan di Jakarta, Selasa (25/7/2017). PPRO, pengembang properti untuk kelas menengah di Tanah Air tersebut, sukses meraih marketing sales sebesar Rp 1,5 triliun selama semester 1- 2017 yang di topang oleh penjualan Produk Apartemen. (BeritaSatu Photo/ppro)

Oleh: Laila Ramdhini / EDO | Kamis, 7 Desember 2017 | 16:17 WIB

Jakarta – PT PP Properti Tbk secara serentak memulai pembangunan (ground breaking) lima menara apartemen dan dua hotel, akhir 2017. Proyek itu tersebar di Bekasi, Bandung, Malang, Surabaya, dan Lombok.


“Groundbreaking tujuh tower ini akan mendongkrak tinggi pertumbuhan kinerja PP Properti akhir tahun ini,” kata Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (6/12).

Pelaksanaan groundbreaking pada 12 Desember ini sekaligus termasuk ke dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun PP Properti yang keempat dengan mengusung tema “7 Wonders”.

Taufik mengatakan, aksi perusahaan ini merupakan bukti keseriusan PP Properti dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Dia mengungkapkan, di Bekasi, PP Properti melakukan groundbreaking dua menara sekaligus yang berada di kawasan super block Grand Kamala Lagoon (GKL). Tower Victoria telah terjual 70% dari total 1.137 unit yang dijual. Sementara, Tower kedua yang di-groundbreaking di GKL adalah Tower Isabella, dengan mengusung konsep Rusunami Tower Isabella telah terjual 100% dari 600 unit.

Bergeser sedikit ke arah Timur, PP Properti melirik daerah Jatinangor di Bandung. The Louvin Jatinangor akan dibangun di atas lahan seluas 1,2 ha. Tower pertama The Louvin direncanakan rampung tahun 2020 terdiri dari 706 unit.

“Apartemen ini ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa yang ada di kawasan Jatinangor. Kawasan The Louvin akan dilengkapi cycling track untuk memfasilitasi kegemaran bersepeda penghuninya serta berkonsep bebas Narkoba,” jelas Taufik.

Apartemen selanjutnya yang melirik kota pendidikan sebagai pangsa pasar utamanya adalah Begawan di Malang. Begawan memiliki filosofi Cendekiawan yakni orang yang sangat ahli di bidangnya.

“Setelah The Alton Apartment di Semarang, Begawan Malang juga mengusung konsep premium student apartment dan apartemen bebas penggunaan narkoba pertama di Malang,” ujar Taufik.

Menurut dia, Tower 1 The Alton terdiri atas 948 unit dan sudah terjual sekitar 90% dari total unit. Masa pembangunan dari apartemen Begawan diperkirakan akan selesai pada tahun 2019. Desain dari apartemen Begawan dinamis, tidak kaku dan mengakomodasi kegiatan komunitas baik di dalam atau luar ruangan, dilengkapi fasilitas olahraga seperti kolam renang wanita dan umum, lapangan futsal, gym, dan roof top yoga.

Di samping inovasi konsep bebas narkoba, Perseroan juga menyediakan e-library sehingga penghuniapartemen yang mayoritas mahasiswa bebas mengunduh buku digital (e-book).

“Seiring dengan perkembangan teknologi dan untuk mempermudah kebutuhan konsumen, kami berusaha untuk terus meningkatkan fasilitas apartemen yang salah satunya buku digital tersebut,” kata Taufik.

Apartemen kelima yang akan groundbreaking pada penghujung tahun adalah Grand Shamaya di Surabaya. Apartemen yang didirikan di kawasan segitiga emas dan diatas lahan seluas 1,6 Ha ini rencana akan dibangun 5 tower.

Grand Shamaya merupakan apartemen dengan target pasar kelas atas. Grand Shamaya merupakan Private Residential Premium berkonsep Luxury Resort pertama di Surabaya.

Tower Aubrey yang akan groundbreaking ini telah terjual diatas 70% dari total 409 unit dan rencana tower ini akan selesai dibangun di tahun 2021.

“Untuk mega proyek Grand Shamaya ini, kami turut menggandeng konsultan kelas atas sebagai design arsitektur,” ujar Taufik.

Disusul dua hotel yang akan dibangun PP Properti yaitu hotel dengan lokasi di Surabaya dan Lombok. Palm Park Hotel di Surabaya akan dibangun dengan konsep Hotel Bintang 3 dan Prime Park Hotel & Convention di Lombok dibangun dengan konsep bintang 4.

“Dengan pembangunan dua hotel ini tentunya akan menambah porsi recurring Income Perseroan dan akan menyusul kesuksesan hotel-hotel yang telah berdiri sebelumnya di Jakarta dan Bandung,” pungkas Taufik.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT