Kemhub Optimistis Larangan Terbang ke Eropa Dicabut Tahun Depan

Ilustrasi pesawat komersil. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / FMB | Kamis, 7 Desember 2017 | 18:02 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) optimistis larangan (ban) dari Uni Eropa (European Union/EU) terhadap penerbangan Indonesia bisa dicabut. Rencananya, tim dari EU akan melakukan audit lapangan keselamatan penerbangan Indonesia pada Maret 2018.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Agus Santoso menyatakan, Indonesia mendapatkan ban dari EU sejak 2007 silam. Menurutnya, Eropa menilai Indonesia ketika itu tak memenuhi standar keselamatan penerbangan global hasil audit International Civil Aviation Organization (ICAO) maupun otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, yaitu Federal Aviation Administration (FAA).

"Namun kini nilai efektivitas implementasi pemenuhan keselamatan penerbangan Indonesia yang mencapai 81,15 persen, berada jauh di atas rata-rata dunia yang berada di tataran 62 persen dan jauh dari persyaratan ICAO Global Aviation Safety Plan 60 persen. Indonesia juga sudah meraih Kategori I FAA," jelas Agus di Jakarta, Kamis (7/12).

Karena itu, Agus menjelaskan, target selanjutnya adalah meyakinkan kepada negara-negara Uni Eropa bahwa Indonesia sudah berada di level elite keselamatan penerbangan dunia.

"Saya akan memberikan kesadaran dan komitmen bahwa kami mengupayakan, merealisasikan, dan akan menjaga standar keselamatan penerbangan secara berkelanjutan. Dengan demikian kami yakin EU akan membuka ban tersebut,” ujar Agus lagi.

Menurutnya, dengan dibukanya larangan terbang dari EU diharapkan membuka peluang lebih besar lagi untuk menyerap pasar internasional ke Indonesia, baik itu dari sisi bisnis penerbangan, wisata, serta bisnis-bisnis yang lain.

"Hal tersebut karena penerbangan mempunyai turunan multiplier effect yang luar biasa mengingat penerbangan merupakan suatu moda transportasi yang paling mudah diakses dan bisa langsung menjangkau jaringan ke seluruh dunia," sambung Agus.

Di tempat yang sama, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail menjelaskan, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan EU, maka Indonesia mendapatkan jadwal audit lapangan pada Maret 2018. Dia memperkirakan, objek audit EU nantinya adalah standar keselamatan penerbangan di wilayah Papua.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT