Karawang Didorong Jadi Kota Industri Kelas Dunia

Karawang Didorong Jadi Kota Industri Kelas Dunia
Ilustrasi Kota Industri ( Foto: istimewa / istimewa )
Surya Lesmana / LES Jumat, 8 Desember 2017 | 11:33 WIB

Karawang- Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan kawasan industri khususnya di Karawang, Jawa Barat (Jabar) dan sekitarnya yang ditopang berbagai infrastruktur strategis. Pengembangan Karawang New Industry City (KNIC) dapat menjadi momentum untuk pembangunan kawasan industri baru berkelas dunia yang mampu mendorong inovasi dan pertumbuhan di Karawang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan pada acara KNIC Groundbreaking Ceremony, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/12). “Kawasan industri memegang peranan yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan industri di suatu wilayah karena memberikan beberapa keuntungan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi regional yang lebih tinggi,” kata Putu.

Dalam konsep KNIC, kawasan industri merupakan salah satu bagian dari pengembangan kota industri terintegrasi kelas dunia. Keberadaan kota industri ini diharapkan dapat turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan multiplier effect yang bermanfaat bagi perkembangan sosio-ekonomi di Karawang dan daerah sekitarnya.

Kota Industri Terintegrasi KNIC akan terdiri dari lima industry park, yaitu Material Konstruksi (Construction Materials), Otomotif, Elektronik (Consumer Electronics), Logistik (Logistics Services), serta UKM & Inovasi (SME & Innovation).

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengungkapkan, iklim investasi di Karawang termasuk yang paling diminati investor dibandingkan daerah lain. Dia menyebutkan, dalam setahun Pemerintah Kabupaten Karawang mampu memberikan kontribusi Rp18 triliun kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami sangat menyambut baik setiap iklim investasi di Karawang yang tentu membawa kemajuan, tinggal bagaimana tingkat kemajuan ini kemudian bisa berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” ungkap Ahmad, Kamis (7/12).

Dia menjelaskan, saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Karawang adalah yang ketiga terbesar di Jabar. Data Badan Pusat Statistik mencatat PDRB Kabupaten Karawang hanya terpaut sedikit di bawah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. PDRB Karawang Atas Harga Berlaku pada 2016 tercatat Rp 182,7 triliun atau setara 11% dari total PDRB Jawa Barat sebesar Rp 1.652 triliun.

Adapun penyumbang tertinggi PDRB Karawang adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp 130,7 triliun atau setara 71,5% dari total produk domestik daerah. Keberadaan KNIC sebagai kota industri terintegrasi diharapkan akan turut mendorong pengembangan industri di daerah

Mitra Pemerintah
Sementara itu Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Parulian Hutapea mendukung masuknya investor global untuk membangun infrastruktur dan kawasan industri terintegrasi. Keberadaan investor diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian regional dan nasional yang berkelanjutan serta bersaing secara global.

“Kami berharap KNIC dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam membuka lapangan kerja baru serta berperan aktif membangun perekonomian Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Karawang” kata Tamba.

Berdasarkan data Himpunan Kawasan Industri, setidaknya terdapat 25 kawasan industri di Provinsi Jabar dengan rencana penggunaan lahan sekitar 12.500 ha. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat berinvestasi pada sektor industri di Provinsi Jawa Barat terutama didorong oleh banyaknya kawasan industri dengan ketersediaan infrastruktur penunjang industri yang memadai.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE