Misi Dagang Mesir Bawa "Oleh-oleh" US$ 175 Juta

Tanaman kopi Robusta. (Antara)

Oleh: Ridho Syukro / FMB | Minggu, 10 Desember 2017 | 15:09 WIB

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemdag) baru saja melakukan misi dagang ke Mesir dari tanggal 5-8 Desember 2017. Selama misi dagang berlangsung, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kemdag berhasil meraih transaksi dan kontrak dagang sebesar US$ 175 juta.

Kontrak dagang tersebut didapatkan dari acara business matching yang digelar di Kairo pada 7 Desember 2017 yang melibatkan 19 pelaku usaha dari 15 perusahaan Indonesia dengan 100 buyer mesir.

Para pelaku usaha Indonesia yang hadir berasal dari sektor seperti kopi dan kelapa sawit, sisanya berasal dari sektor kakao, kertas, lada.

Dirjen PEN Kemendag Arlinda mengatakan kopi dan kelapa sawit Indonesia sangat diminati buyer Mesir.

Kontrak dagang sebesar US$ 175 juta diraih oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sebesar US$ 144 juta untuk 1 tahun. Kemudian PT Musim Mas US$ 9 juta, PT Sabani International US$ 9 juta untuk kopi, PT Asal Jaya US$ 8 juta untuk kopi.

PT Alwyni International US$ 4,3 juta untuk kopi, PT Asal Jaya US$ 648 ribu untuk kopi dan PT Kalinda Berkah Indonesia US$ 120.000 untuk kopi.

"Kami terus mendorong para pelaku usaha untuk mengeskpor produk kopi dan kelapa sawit ke mesir," ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (9/12).

Ke-15 perusahaan yang ikut dalam misi dagang di antaranya Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit, Gapki, PT Musim Mas, Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia, Dewan Minyak Sawit Indonesia, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia, PT Global Mice Indonesia.

Setelah Mesir, misi dagang akan dilakukan di Santiago, Cile pada 13-15 Desember 2017.

Sehari sebelumnya, Arlinda berkunjung ke Haggag Cafe di provinsi Kaliobeya, Mesir. Kafe ini menjual dan menggunakan biji kopi asal Indonesia, selain itu menjual berbagai jenis teh dan biskuit dari Indonesia.

Ekspor kopi dari Indonesia ke Mesir pada tahun 2016 mencapai US$ 41 juta, saat ini, Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT