Kemristekdikti Beri Insentif Rp 8 Miliar Bangun Pusat Industri Bibit Buah

Kemristekdikti Beri Insentif Rp 8 Miliar Bangun Pusat Industri Bibit Buah
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (tengah) di sela Peresmian Pusat Industri Bibit Buah Nusantara (Program Startup Industri Bibit Buah Nusantara), di Subang, Jawa Barat, 12 Desember 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Ari S. Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FMB Selasa, 12 Desember 2017 | 22:21 WIB

Subang - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan insentif perguruan tinggi sebesar Rp 8 miliar untuk mengembangkan startup industri bibit buah nusantara dengan ditandai berdirinya Pusat Industri Bibit Buah Nusantara di Subang, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe mengatakan, bentuk skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri ini adalah teaching industry atau pembelajaran berorientasi industri yang merupakan tempat pengembangan produk-produk inovasi dalam skala terbatas.

Menurutnya, skema ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran tentang proses industrialisasi bagi para dosen, mahasiswa dan masyarakat. Untuk itu, teaching industry ini diharapkan dapat mendekatkan aktivitas belajar-mengajar pada pendidikan tinggi dengan kegiatan atau praktik yang biasa dilakukan di industri.

"Pada tahun 2017 ini, Kemristekdikti memberikan pendanaan teaching industry untuk beberapa perguruan tinggi negeri berbadan hukum antara lain IPB, UNDIP, UGM, UI, ITB, ITS, UNAIR dan Universitas Hasanuddin," katanya di sela-sela peresmian Pusat Industri Bibit Buah Nusantara (Program Startup Industri Bibit Buah Nusantara), di Subang, Jawa Barat, Selasa (12/12).

Jumain menambahkan, pendanaan yang diberikan oleh Kemristekdikti digunakan untuk investasi sarana produksi di Pusat Industri Bibit Buah Nusantara.

Sarana produksi itu lanjutnya, antara lain seperti green house dan embung untuk persediaan air, produksi bibit buah tropika dilakukan dengan perbanyak biji (generatif) dan teknik sambung pucuk atau grafting (vegetatif), survei buah-buah unggul di seluruh wilayah Indonesia dan dikumpulkan di kebun Ciater ini.

"Selain itu juga pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petani produsen bibit buah yaitu dengan memberikan pelatihan kepada sebanyak 52 orang produsen bibit buah yang berasal dari 17 provinsi se-Indonesia," paparnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama PT Botani Seed Indonesia.

Pada kegiatan ini akan dihasilkan bibit lima komoditas buah yaitu pepaya Calina IPB dengan perbanyakan biji sebanyak 1 juta benih, durian Monthong, durian Matahari, durian Pelangi sebanyak 45.000 polybag, lengkeng Kateki dan lengkeng Itoh sebanyak 40.000 polybag, alpukat Wina dan alpukat Kendil 25.000 polybag, jeruk Siam Madu dan jeruk Keprok Batu 55 sebanyak 40.000 polybag.



Sumber: Suara Pembaruan