Jokowi Sebut Peluang Ekonomi Digital Rp 1.755 T

Jokowi Sebut Peluang Ekonomi Digital Rp 1.755 T
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
/ AB Senin, 18 Desember 2017 | 14:33 WIB

Bandung - Presiden Joko Widodo menyebut peluang yang bisa diraih di bidang ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai 130 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1.755 triliun dalam lima tahun ke depan.

"Ke depan digital economy memberikan kesempatan ke anak muda. Lima tahun ke depan ada peluang 130 miliar dolar AS di negara kita," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi pembicara kunci dalam acara Entrepreneurs Wanted! (EW!) di Gedung Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Senin (11/12).

Oleh karena itu, ia mendorong lebih banyak generasi muda di Tanah Air untuk memasuki bidang tersebut, meskipun merintis usaha bukan sesuatu yang mudah.

Hal terpenting, menurutnya, mengubah paradigma setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. "Secepat-cepatnya masuk, memang memulai usaha itu tidak mudah. Yang paling penting mengubah paradigma, setelah kuliah mau apa jangan sampai semua mau jadi pegawai," katanya.

Ia berharap anak-anak muda di Indonesia menjadikan entrepreneurship bukan sebagai keterbatasan melainkan sebagai pilihan. Terlebih saat ini merupakan zaman kebebasan berinteraksi dan berekspresi tanpa batas.

Presiden juga mengajak generasi muda untuk menimba ilmu dan belajar dari siapa pun dan dari mana pun, termasuk dari narasumber wirausaha sukses tentang kegagalan dan tidak mudah menyerah.

"Kalau jatuh, bangkit lagi, saya kira semuanya yang sudah sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Sekali coba langsung sukses, enggak ada itu rumusnya dalam kewirausahaan," katanya.

Sedangkan tentang waktu yang tepat untuk memulai usaha, kata Jokowi, tidak ada waktu yang tepat. "Memulai bisa kapan saja, tetapi tidak pernah akan jadi kalau tidak memulai. Bagaimana akan jadi kalau memulai saja tidak," katanya.

Presiden juga meminta agar anak muda tidak gengsi memulai usaha. Penciptaan wirausaha baru di Indonesia dinilainya mendesak, mengingat data Bank Dunia menunjukkan Indonesia baru memiliki 3,3 persen wirausaha dari total penduduk. Angka itu masih tertinggal dibanding beberapa negara tetangga, di antaranya Singapura yang mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4,5 persen.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE