Dukung Proses Peradilan, BTN Luncurkan Aplikasi E-Panjar

Dukung Proses Peradilan, BTN Luncurkan Aplikasi E-Panjar
Ilustrasi uang kertas ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 10 Januari 2018 | 16:26 WIB

Jakarta- Dalam rangka mendukung kelancaran proses peradilan di Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menggandeng Pengadilan Negeri (PN) Cibinong meluncurkan aplikasi e-Panjar.

Direktur Commercial Banking Bank BTN Oni Febriarto R mengatakan melalui aplikasi e-Panjar, masyarakat bisa membayar biaya panjar perkara dengan mudah, praktis, dan real time. Dengan demikian, pihak pengadilan bisa melakukan perhitungan biaya panjar perkara dengan lebih cepat, tepat, akurat, dan praktis. “Aplikasi e-Panjar ini merupakan pilot project dukungan Bank BTN terhadap kelancaran dan ketepatan proses pembayaran biaya panjar perkara di lembaga peradilan Indonesia,” tutur Oni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/1).

Biaya panjar perkara merupakan biaya uang muka untuk pengajuan permohonan atau gugatan agar diproses di Pengadilan Negeri. Biaya tersebut umumnya dibayarkan dan dikelola secara manual untuk keperluan bea administrasi dan biaya operasional terkait persidangan.

Oni menjelaskan Bank BTN sebelumnya telah menggelar beberapa kemitraan dengan PN Cibinong yakni dalam hal pengelolaan dana untuk mendukung kegiatan operasional di institusi tersebut. Secara lebih luas, BTN juga telah menggandeng Mahkamah Agung (MA) untuk memberikan beberapa jasa dan layanan perbankan. Di antaranya kerja sama layanan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk seluruh karyawan MA, pengelolaan dana operasional, hingga payment point untuk kemudahan transaksi dan layanan perbankan lainnya. Bahkan, perseroan berencana membuka layanan kantor kas di MA. BTN juga telah menggandeng badan peradilan lain di bawah MA seperti Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tata Usaha Negara di seluruh wilayah kerja Bank BTN di seluruh Indonesia.

Adapun, dari berbagai jasa dan layanan perbankan yang ditawarkan Bank BTN, perseroan mencatatkan penghimpunan fee based income (FBI) naik 31,68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per November 2018. Data keuangan perseroan merekam pada November 2018, BTN telah menghimpun FBI senilai Rp 1,45 triliun atau naik dari Rp 1,1 triliun pada bulan yang sama tahun lalu.

Selain memberikan layanan pengelolaan dana, Oni menuturkan pihaknya juga membidik akan memberikan layanan lain mulai dari layanan e-channel hingga penyaluran KPR.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE