Jasa Armada Siap Layani Pandu Tunda TUKS Petrochina Marine Terminal

Jasa Armada Siap Layani Pandu Tunda TUKS Petrochina Marine Terminal
Ilustrasi pelabuhan laut. ( Foto: Antara )
Devie Kania / WBP Jumat, 19 Januari 2018 | 20:14 WIB

Jakarta – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menggandeng Petro China International Jabung Ltd untuk kerja sama operasi pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di wilayah perairan pandu luar biasa TUKS Petro China Marine Terminal, Tanjung Jabung, Jambi. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar Jasa Armada Indonesia di layanan pandu dan tunda.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia (JAI) Dawam Atmosudiro menyatakan, sebagai perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal, captive market perseroan adalah 12 pelabuhan yang dikelola induknya, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Oleh sebab itu, pendanandatanganan kerja sama antara JAI dan Petro China International Jabung Ltd merupakan salah satu keberhasilan dan momentum yang dapat membantu pengembangan bisnis emiten berkode IPCM ini.

“Dengan kerja sama yang baru disepakati, Jasa Armada Indonesia berpeluang melebarkan sayap ke pangsa pasar yang baru, yaitu kegiatan ship-to-ship di luar captive market yang sudah dilayani,” ujar Dawam dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/1)

Selain mendapat manfaat penambahan bisnis, ia menuturkan, pada saat yang sama JAI dapat membantu Petro China International Jabung Ltd untuk lebih efisien. Sehingga pada saat yang sama, pemerintah secara akumulatif akan memetik manfaat dari hasil kerja sama antara Petro China International Jabung Ltd dan JAI.

Adapun sebelumnya JAI merupakan salah satu divisi di Pelindo II, yang beroperasi sejak tahun 1960. Namun pada 2013, divisi tersebut memisahkan diri (spin off) dan Jasa Armada Indonesia mulai beroperasi pada 2014.

Pada 22 Desember 2017, JAI resmi mencatatkan (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai merampungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Saat IPO, JAI memperoleh dana sebesar Rp 461,89 miliar dan porsi kepemilikan publik terhadap emiten ini mencapai 23 persen.



Sumber: Investor Daily
CLOSE