Kemnaker akan Diklat Perawat Kesehatan

DPR Minta Perawat Kesehatan RI Bisa Kerja di Singapura

DPR Minta Perawat Kesehatan RI Bisa Kerja di Singapura
Menaker Muhammad Hanif Dhakiri ( Foto: beritasatu.com / adi prasetya )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 7 Februari 2018 | 19:49 WIB

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR, Irma Chaniago, meminta Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, agar melatih dan mendidik tenaga perawat kesehatan Indonesia supaya bisa bekerja di luar negeri, terutama di Singapura dan Malaysia. “Saya sudah mendatangi rumah sakit-rumah sakit di Singapura dan Malaysia, dimana sebagian besar tenaga perawat kesehatannya berasal dari Filipina. Mengapa tenaga perawat kesehatan dari Indonesia tidak ada ?” tanya Irma.

Irma menyampaikan itu dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan dan jajaran di ruang rapat kerja Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/2).

Menurut Irma, setelah ia tanya ke banyak pihak termasuk pihak rumah sakit di dua negara tersebut ternyata permasalahan perawat kesehatan dari Indonesia kurang terampil, kurang berkualitas dan kurang menguasai bahasa Inggris. “Oleh karena itu saya meminta saudara Menaker lakukan pelatihan dan pendidikan khusus untuk para perawat Indonesia, supaya mereka bisa melamar bekerja di luar negeri,” kata dia.

Menurut Irma, jumlah perawat di Indonesia cukup banyak, yaitu sekitar 350.000 orang. Jumlah itu tak sebanding dengan kebutuhannya yang hanya sekitar 280.000 – 290.000 orang.

Karena jumlahnya melebihi kebutuhan, Irma menilai bahwa para lulusan perawat pun akhirnya tak bisa bersaing. Sehingga banyak yang menganggur dan menjadi tenaga suka rela saja. “Kalau mereka bermutu bisa dikirim ke Malaysia dan Singapura atau negara lain yang membutuhan,” kata dia.

Sebelumnya Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah tidak membantah kalau ada yang berpendapat bahwa banyak perawat Indonesia yang tak berkualitas karena sekolah keperawatan yang belum terstandarisasi.
Hanif Dhakiri dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya menyambut baik usulan Irma Chaniago. “Terima kasih masukannya. Kami akan melaksanakannya dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kita latih dan didik di Balai Latikan Kerja (BLK),” kata dia.

Menurut Harif, kualitas seorang perawat memang berhubungan dengan tempat penyelenggara pendidikan keperawatan itu yang sendiri. "Kalau output lulusan ada hubungannya dengan kualitas penyelenggaraan, ya," kata Harif.

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE