BTN Salurkan Pembiayaan ke 667.312 Unit Rumah di 2017

BTN Salurkan Pembiayaan ke 667.312 Unit Rumah di 2017
Pekerja menyelesikan proyek pembangunan perumahan KPR bersubsidi type 30/60,5 dengan dua kamar dan satu kamar mandi dengan harga jual perunit 141 juta di Desa Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/3). Guna mempercepat program sejuta rumah Bank BTN meluncurkan program KPR BTN Mikro agar menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang. Bunga KPR BTN Mikro sebesar 7,99 persen per tahun (fixed), selain bunga kredit yang rendah, angsuran pun dibuat dengan skema yang ringan. Berita Satu/SP/Ruht Semiono ( Foto: suara pembaruan / Ruht Semiono )
Lona Olavia / MPA Selasa, 13 Februari 2018 | 16:46 WIB

 

Jakarta Dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, hingga Desember 2017, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebut Direktur Utama BTN Maryono telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 667.312 unit rumah. Realisasi tersebut mencapai 100,2% dari target perseroan pada 2017 sebesar 666.000.

Dukungan Bank BTN tersebut, kata Maryono terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 481.329 unit rumah atau setara Rp 34,16 triliun dan kredit perumahan non-subsidi untuk 185.983 unit rumah senilai Rp 37,37 triliun.

Menurut Maryono, pihaknya berkomitmen akan memberikan dukungan pembiayaan untuk 750.000 unit rumah pada 2018. "Target tersebut terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 536.868 unit rumah dan kredit perumahan non-subsidi untuk 213.132 unit rumah," katanya, di Jakarta, Selasa (13/2).

Lebih lanjut, untuk mendukung kesuksesan program yang sesuai dengan Nawa Cita ke-5 tersebut, Bank BTN juga telah menggelar berbagai inovasi termasuk menggelar transformasi digital. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

Dari segi sumber pembiayaan, BBTN tengah menggelar transformasi digital untuk meningkatkan penghimpunan DPK. Selain itu, perseroan juga terus proaktif menerbitkan obligasi, Negotiable Certificate of Deposit (NCD), melakukan sekuritisasi aset, hingga mencari pinjaman ke luar negeri. Dukungan Bank BTN agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengakses KPR pun, tambah Maryono, dilakukan melalui penyediaan layanan laku pandai dan layanan keuangan digital.

Di sisi pasokan rumah, Bank BTN sambungnya juga terus berperan meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai aksi dilakukan mulai dari pemberian pembiayaan pembebasan lahan, pembiayaan pembangunan perumahan, hingga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk mencetak pengembang handal. “Kami juga terus melakukan sinergi dengan stakeholdersperumahan untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi MBR,” ungkapnya. 



Sumber: Suara Pembaruan