Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Dewan Pengupahan Nasional telah selesai melaksanakan survei dan pembahasan  revisi komponen perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

KHL iti akan digunakan  sebagai dasar perhitungan upah minimum pekerja dan buruh.

Setelah dilakukan uji lapangan, hasil revisi itu akan dibahas lebih lanjut oleh tripartit nasional dan segera ditetapkan sehingga dapat digunakan sebagai dasar perhitungan upah minimum mulai tahun 2013 nanti.

"Pembahasan akhir revisi KHL di tingkat Dewan Pengupahan Nasional sudah selesai, kemudian ini akan dibawa ke uji lapangan," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (28/5).

Muhaimin menuturkan dalam membahasan usulan revisi KHL, sejak pertengahan Maret 2012, Dewan Pengupahan Nasional telah melakukan pencarian fakta di lapangan (fact finding) di 15 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Survei lapangan tersebut dilakukan untuk mencari pendapat, data dan fakta dari ribuan pekerja mengenai komponen-komponen KHL yang hendak direvisi.

Namun Muhaimin belum bersedia mengungkapkan lebih jauh revisi apa saja yang dilakukan terhadap Permenakertrans No 17 Tahun 2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Ia meminta agar perusahaan maupun pekerja menunggu hasil pembahasan Dewan Pengupahan Nasional dan Tripartit Nasional.

Sebelumnya, Muhaimin mengungkapkan selain mengenai KHL, revisi peraturan itu juga menjelaskan tata cara mekanisme survei KHL demi pemenuhan kebutuhan minimum para pekerja.

Permenakertrans No 17 Tahun 2005 mengatur mengenai  penentuan nilai KHL yang antara lain didasarkan atas survei harga terhadap 46 komponen di antaranya, beras, minyak goreng, sabun mandi, hingga biaya rekreasi, dan sebagainya. 


Penulis: