Kominfo Gandeng Alibaba Pasarkan Produk UMKM Indonesia

Kominfo Gandeng Alibaba Pasarkan Produk UMKM Indonesia
Menkominfo Rudiantara saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Eximbank Panel Discussion, The Perfect Time To Enhance Emerging Economies Cooperations On Trade, di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018. ( Foto: Kominfo )
Herman / JAS Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:46 WIB

Nusa Dua - Hadirnya marketplace e-commerce tidak hanya mempermudah masyarakat membeli barang-barang dari luar negeri, tetap juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk memasarkan produknya di pasar global.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga menargetkan untuk mendukung peningkatan ekspor melalui marketplace e-commerce. Menkominfo Rudiantara saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Eximbank Panel Discussion, The Perfect Time To Enhance Emerging Economies Cooperations On Trade, di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10) menyampaikan, peluang ini terbuka lebar dengan kehadiran platform e-commerce yang besar.

"Kita akan bekerja sama dengan Alibaba untuk memasarkan produk ekspor dari Indonesia ke Tiongkok. Kita akan manfaatkan momen Singles Days pada tanggal 11/11," kata Menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Jika di Amerika Serikat ada Black Friday dan Cyber Monday untuk membuka perdagangan dengan diskon retail, di Tiongkok event Singles Day digunakan Alibaba sebagai wahana untuk mempromosikan diskon pengecer pada platform e-commerce sejak 2009.

Peluang ekspor UMKM menurut Rudiantara relatif besar karena Tiongkok saat ini adalah pasar e-commerce ritel terbesar dan paling inovatif di seluruh dunia.

Retailing online di Tiongkok diperkirakan akan tumbuh dari 17 persen pada 2017 menjadi 25 persen pada 2020. Alibaba mendominasi lingkup e-commerce di Tiongkok dan di banyak bagian Asia yang menyumbang 1/10 dari total penjualan ritel Tiongkok,” jelas Rudiantara.

Meski demikian, Rudiantara mengakui ada beberapa tantangan bagi UMKM Indonesia, salah satunya adalah kemampuan untuk menyediakan barang. "Biasanya volume belanjaanya jutaan. Tinggal apakah UMKM kita siap atau tidak," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE