Alibaba Jual 5 Produk Indonesia Mulai 11 November

Alibaba Jual 5 Produk Indonesia Mulai 11 November
Ilustrasi Alibaba Group, perusahaan raksasa internet asal Tiongkok ( Foto: Istimewa )
Nasori / FER Sabtu, 13 Oktober 2018 | 15:25 WIB

Nusa Dua - Alibaba, raksasa perusahaan e-commerce Tiongkok, akan menjual lima produk Indonesia mulai 11 November mendatang di situs jual belinya. Lima produk tersebut adalah mi instan produksi Indofood, kue kering (cracker), wafer keju (Richeese Nabati), krupuk udang, dan sarang burung walet.

Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, mengatakan, 11 November dipilih karena tanggal itu merupakan momen hari belanja (shopping day) terbesar di Tiongkok, yang disebut dengan nama Single Day. Pada hari itu, Alibaba gencar menawarkan produk-produk berkualitas tinggi yang memberi diskon besar.

"Kami melihat lima produk ini dan sudah dibahas dengan Alibaba. Alibaba melihat broduk ini produk yang sudah siap," ujar Airlangga usai bertemua dengan pemilik Alibaba, Jack Ma, di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Di antara kriteria yang menjadi dasar pemilihat produk tersebut adalah selain permintaan di Tiongkok yang cukup tinggi, juga siap memenuhi permintaan yang besar (unlimited order). "Jadi, berapa pun permintaan bisa di-supply," kata dia.

Airlangga mengungkapkan, kelima produk itu semuanya memiliki target pasar (market) di Tiongkok. "Dalam double eleven (11/11) tersebut, lima produk Indonesia ini akan di promosikan Alibaba mulai awal November. Nanti juga ada pidato presentasi dari Presiden Jokowi (Joko Widodo)yang terkait dengan produk," ujar dia.

Meski menurut Jack Ma pemasaran kelima produk itu masih dalam tataran uji coba, menurut Airlangga, ini merupakan kesempatan uji pasar yang baik bagi Indonesia. "Jadi, bagi Alibaba mulai melihat produk Indonesia dan bagi Indonesia bagaimana produk kita masuk ke Tiongkok," tandas dia.

Saat ini, kata Airlangga, barang-barang yang akan dipasarkan tersebut sudah siap di Tiongkok, karena pengiriman tidak bisa nunggu terlalu lama. "Logistik sudah siap di sana, barang sudah di sana. Semua dilakukan secara online, tapi barang dikirim secara offline," pungkas dia.

Sebagai tambahan informasi, Jack Ma tercatat sebagai salah satu penasehat internasional Presiden Jokowi untuk peta jalan (road map) e-commerce Indonesia. Pendiri Alibaba Group juga merupakan orang terkaya kedua di Tiongkok.



Sumber: Investor Daily
CLOSE