Buat daftar belanjaan, pastikan Anda hanya membeli kebutuhan utama.
Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok seringkali terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan

Harga pangan dan bahan pokok menjelang Ramadhan mengalami lonjakan kenaikan hampir satu bulan sebelumnya. Itu menandakan tata niaga pangan dan sistem proteksi konsumen pemerintah kurang efektif. Pemerintah harus menindak tegas para pedagang yang melakukan spekulasi harga dan penimbunan barang-barang kebutuhan pokok.
 
“Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok seringkali terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan, namun tahun ini ironisnya kenaikan terjadi hampir satu bulan sebelum Ramadhan," ujar Anggota Komisi IV DPR RI Ma'mur Hasanuddin di Jakarta, hari ini.
 
Fenomena itu menandakan bahwa spekulan telah memanfaatkan psikologi konsumen yang diakibatkan rapuhnya tata niaga pangan.
 
Harga sejumlah bahan pangan pokok (sembako) mulai merambat naik, berkisar 5-20 persen. Berdasarkan pantauan di tingkat eceran dan pasar tradisional, beberapa komoditas sembako seperti gula pasir, minyak goreng, daging ayam, dan telur ayam, naik dengan persentase bervariasi.
 
Namun, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan stok bahan kebutuhan  pokok selama bulan puasa hingga Lebaran cukup sehingga masyarakat tidak  perlu panik dengan kelangkaan. Kenaikan harga yang terjadi di pasar lebih disebabkan karena lonjakan permintaan dan gangguan distribusi.
 
“Kenaikan harga di tingkat pedagang terjadi akibat efek berantai spekulasi harga yang dilakukan oleh agen dan distributor, Pemerintah harus bertindak cepat menuntaskan masalah ini. Karena ketersediaan pangan saja tidak cukup, ketika konsumen tidak mampu menjangkau,” papar Ma'mur.
 
Kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan, menurut dia, seakan jadi  tradisi yang tidak bisa diantisipasi oleh pemerintah. Seharusnya,  pemerintah meningkatkan sensitifitasnya atas kenaikan berbagai kebutuhan  pokok selama ini dan tidak boleh mentutup mata dengan disisi lain secara intensif terus memperketat pengawasan pangan secara maksimal.
 
Pemerintah juga harus memastikan bahwa bahan pokok yang beredar saat ini  harus aman dan terjaga kualitasnya. Karena sesungguhnya masyarakat pada  saat bulan Ramadhan perlu mendapatkan pangan yang baik secara kualitas  kehalalanya dan kuantitas. Sebab, disinyalir beberapa pedagang mengedarkan produk pangan yang sudah kadalursa untuk meraih keuntungan semata.
 
Dari hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengenai produk yang tidak memenuhi ketentuan sejak tahun 2009-2011, paling banyak  ditemukan adalah pangan tanpa izin edar. Sementara temuan terkait pangan kedalurasa umumnya lebih banyak di daerah-derah terpencil, seperti misalnya Jayapura, Ambon, Kupang, yang transportasi serta sumber daya  manusianya terbatas.


Penulis: /FEB