Penjual emas menunjukan Logam Mulia 50 gram di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta (19/8). Harga emas batangan di dalam negeri kembali melonjak, Divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas batangan dengan harga tertinggi hingga Rp 552.000 per gram. Sementara itu Lampung Barat menawarkan investasi tambang emas di wilayahnya
Harga emas 24 karat di Pasar Cikini kemarin sempat menyentuh harga Rp480.000,00 per gram, tapi hari ini kembali mengalami kenaikan hingga angka Rp485.000,00.
 
Pergolakan harga emas dunia ternyata juga ikut memengaruhi harga fisik emas di pasar lokal, salah satunya pasar emas yang terletak di Gedung Permata Cikini, Jakarta Pusat. Namun, harga emas di pasar itu kembali naik hari ini.
 
“Harga emas 24 karat sempat turun sampai Rp485.000,00 per gram beberapa hari lalu. Padahal dua bulan lalu harganya sempat sampai Rp550.000,00. Tapi sekarang sudah naik lagi jadi Rp493.000,00,” kata Tanti Setiawati (68 tahun), pedagang emas Pasar Cikini, ketika ditemui, hari ini

“(Kenaikan harga emas dunia) terpengaruh oleh situasi ekonomi pasar Eropa yang lagi kacau juga. Tapi emas memang aneh, perubahan harga bisa terdiri dari berbagai macam faktor, termasuk politik,” imbuh Tanti.

Kejadian yang sama juga terjadi pada Leni Wati, pedagang emas berusia 64 tahun di pasar yang sama. Harga emas 24 karat yang dia jajakan kemarin sempat menyentuh harga Rp480.000,00 per gram, tapi hari ini kembali mengalami kenaikan hingga angka Rp485.000,00.

“Semenjak harga emas dunia naik lagi sampai lebih dari US$1.600 per troy ounce, harga emas di sini lumayan naik lagi. Dulu waktu nilainya turun sampai US$1.570, harga di sini juga turun jatuh,” tutur Leni.

Namun, walau harga emas dunia sedang mengalami fluktuasi yang tak terprediksi, daya jual dan beli pelanggan di pasar emas Cikini tersebut tidak mengalami banyak perubahan.

“Itu enggak ada pengaruhnya bagi kita karena semua tergantung keadaan. Seperti sekarang kan sedang menjelang hari raya, dibarengi dengan masa anak-anak mau masuk sekolah. Jadi banyak orang yang justru mau jual emasnya. Semua tergantung keadaan saja,” tutur Tanti.

Leni juga sependapat Tanti. “Engga pengaruhlah itu (nilai emas dunia). Siapa yang punya uang ya tetap banyak beli emas, siapa yang engga punya ya engga beli. Tapi sekarang sih banyaknya justru orang menjual emasnya yah.”

Penulis: