Emas
Motivasi masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, untuk memiliki emas batangan boleh dibilang cukup tinggi

PT Pegadaian (Persero) Cabang Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mampu menjual emas batangan rata-rata seberat satu kilogram dengan nilai lebih dari Rp500 juta per bulan, kata Kepala PT Pegadaian Cabang Mataram R Hanung Cahyono, hari ini.

Ia mengatakan, penjualan logam mulia batangan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, meskipun harganya sering berfluktuasi, bahkan kecenderungan terus mengalami kenaikan.

"Motivasi masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram, untuk memiliki emas batangan boleh dibilang cukup tinggi. Mungkin ada pengaruhnya dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang terus membaik," katanya.

Ia menyebutkan, harga emas batangan 24 karat naik dari Rp490 ribu/gram menjadi Rp510 ribu/gram. Kenaikan harga logal tersebut mengikut harga di pasar dunia yang juga cenderung terus mengalami peningkatan, di samping pengaruh nilai mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat terhadap mata uang lainnya, termasuk Rupiah.

Bisnis penjualan logam mulia yang digeluti Perum Pegadaian sejak beberapa tahun lalu, dilakukan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, perusahaan pertambangan milik negara.

Menurut Hanung, nasabah yang ingin memiliki emas batangan tersebut bisa membeli dengan cara kredit atau tunai. Pembelian secara kredit dikenakan uang muka sebesar 30 persen dari total harga jual.

"Misalnya harga emas 24 karat ukuran 10 gram senilai Rp5,1 juta, maka nasabah harus membayar senilai Rp1,53 juta. Masa cicilan kredit tergantung dari keinginan nasabah, bisa satu atau dua tahun," ujarnya.

Menurut dia, investasi di logam mulia batangan lebih prospek dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk deposito di bank karena harga emas cenderung terus bergerak naik.

"Kalaupun mengalami penurunan, nominalnya relatif kecil dibandingkan nilai kenaikannya. Itu sebabnya investasi di emas, lebih menjanjikan. Cuma emas adalah investasi jangka panjang. Kalau jangka pendek, memang kurang menguntungkan," ujarnya.

Hanung mengatakan, bisnis penjualan emas ikut mempengaruhi kondisi kinerja Perum Pegadaian yang ada di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Mataram yang memiliki pertumbuhan ekonomi bagus dalam beberapa tahun terakhir.

Ia memperkirakan, nilai penjualan emas batangan di Provinsi NTB cukup tinggi karena seluruh Kantor Pegadaian yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, juga melakukan penjualan.

"Apalagi sekarang, kami tidak perlu lagi memesan ke Antam jika ada nasabah yang berminat membeli emas batangan. Kami sudah menyediakan stok dalam jumlah tertentu. Dengan begitu, nasabah yang ingin beli tunai bisa langsung mendapatkan barang. Kalau dulu, harus tunggu dulu beberapa hari," ujarnya.


Penulis: /FEB