Illustrasi Pabrik Kertas
Investasi di industri bubur kertas dan kertas (pulp and paper) masih akan menempati urutan pertama di Indonesia seperti tahun lalu

Grup Sinarmas berencana membangun pabrik bubur kertas (pulp) berkapasitas dua juta ton per tahun di Sumatera Selatan dengan investasi US$3 miliar atau sekitar Rp28,20 triliun.

"Investasi di industri bubur kertas dan kertas (pulp and paper) masih akan menempati urutan pertama di Indonesia seperti tahun lalu," kata Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Aryan Wargadalam di Jakarta, hari ini.

Salah satu calon investor terbesar, katanya, adalah anak usaha PT Sinarmas yang akan membangun pabrik baru di Sumatera Selatan.

Pabrik itu berkapasitas produksi bubur kertas mencapai dua juta ton per tahun.

"Sinar Mas akan membangun pabrik bubur kertas dan produksi satu ton (pulp) yang membutuhkan investasi US$1.500. Ini tinggal dikalikan saja untuk mengetahui nilai investasinya," paparnya.

Produksi bubur kertas pada 2012, kata Aryan, akan menembus angka delapan juta ton, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 7,6 juta ton.

Ia mengatakan, produksi kertas ditargetkan mencapai 13 juta ton, naik dibandingkan dengan pada 2011 yang sebesar 12,4 juta ton.

"Komposisi ekspor rata-rata untuk 'pulp' yang dijual ke luar negeri sekitar dua juta ton per tahun, sementara untuk ekspor kertas sudah mencapai empat juta ton dalam setahun," ujarnya.

Aryan mengatakan, jenis kertas yang paling banyak diekspor adalah kertas koran dan kertas tulis cetak.

"Harga terkini kertas koran sebesar US$600 per ton, sedangkan harga kertas tulis cetak lebih dari US$1.000 per ton," katanya.

Penulis: /FEB