Ilustrasi peti kemas
Tanggal 10 Oktober akan diresmikan, mungkin oleh Presiden.

Sebanyak 10 perusahaan dalam dan luar negeri berinvestasi Rp5 triliun di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dan Karimun (KPBPB-BBK).
 
"Tanggal 10 Oktober akan diresmikan, mungkin oleh Presiden," kata Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun Muhammad Sani di Batam, hari ini.
 
Pria yang juga menjabat Gubernur Kepulauan Riau itu menyatakan, 10 perusahaan itu di antaranya adalah pembangunan modul minyak di Kabil, Batam, pembangunan galangan kapal, hotel, konveksi dan lainnya.

Penanaman modal itu, kata dia, di luar investasi pembangunan oil storage di Pulau Janda Berhias Batam yang bernilai triliunan rupiah. Diperkirakan, investasi itu mampu menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja. "Itu buah kunjungan duta besar 20 negara ke Batam beberapa waktu lalu," kata Gubernur.

Sani opstimis pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 8 persen di akhir tahun 2012, mengingat pesatnya investasi di KPBPB BBK.  "Pada kuartal pertama 2012 saja pertumbuhan ekonomi mencapai 7,6 persen meningkat dibanding 2010 sebesar 7,3 persen," kata dia.

Untuk meningkatkan perekonomian dan investasi, Gubernur mengatakan pemerintah melakukan serangkaian promosi melalui dunia maya.
 
Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan KPBPB Batam, Bintan dan Karimun Jon Arizal mengatakan pada semester pertama 2012, terdapat 66 perusahaan asing yang menanamkan modal di BBK dengan nilai investasi US$185 juta.
 
Semenjak ditetapkan sebagai KPBPB, Jon menambahkan, peningkatan investasi di BBK mencapai 20 persen per tahun. 
 

Penulis: