Seorang pembeli sedang melihat barang bekas komputer di tempat penjualan di depok jawa Barat. FOTO : ADI WEDA
Barang bekas yang bisa didaur ulang dan memiliki nilai jual itu seperti plastik, kaleng, besi, seng, kardus

Prospek bisnis penampungan barang bekas di Palembang, Sumatera Selatan cukup cerah, karena menjanjikan keuntungan yang lumayan.

Pantauan di sejumlah depot penampungan barang bekas di Palembang, hari ini, sejumlah pengumpul barang bekas keliling melakukan penimbangan berbagai barang daur ulang yang dibeli dari masyarakat dan pemulung sampah untuk disetor ke pemilik depot tersebut.

Barang bekas yang bisa didaur ulang dan memiliki nilai jual itu seperti plastik, kaleng, besi, seng, kardus dan sejumlah barang lainnya.

Menurut salah seorang pemilik depot barang bekas Rozani, pasokan barang diperoleh dari pengumpul keliling yang membelinya dari sisa pemugaran rumah berupa besi bekas kerangka cor beton, pagar, teralis, seng.

Barang bekas tersebut dibeli dari pengumpul keliling terima di depot dengan harga mulai Rp600 hingga Rp4.000 per kilogramnya, kemudian barang tersebut dikirim ke agen besar di Jakarta untuk diproses daur ulang.

Hasil penjualan barang bekas yang ditampung dari para pengumpul keliling dan pemulung sampah lumayan besar, bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar gaji lima karyawan, kata dia.

Sementara pemilik depot lainnya Deliar mengatakan, bisnis penampungan barang bekas cukup menjanjikan keuntungan karena barang dibeli dari pengumpul dan pemulung sampah secara per kilogram, selain dikirim langsung ke agen besar juga ada yang bisa dipilih dan diolah sehingga masih bisa dijual per satuan dengan harga lebih tinggi.

"Untuk mendapatkan uang dari mengelola sampah dan barang bekas cukup gampang, namun tidak banyak orang yang mau terjun ke bisnis ini karena merasa hina dan kotor," ujar dia.


Penulis: