Penimbunan bahan bakar minyak. FOTO : ANTARA
Penimbunan bahan bakar minyak. FOTO : ANTARA
Saat ini BC telah mengamankan kapal, muatan, nahkoda beserta anak buah kapal.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BC) pada awal pekan ini berhasil menggagalkan penyelundupan 35.000 kiloliter (kl) minyak mentah (crude oil) untuk dibawa ke Malaysia, di kawasan perairan internasional, Laut Natuna.

Penyelundup menggunakan kapal super tanker MT Martha Global berbendera Indonesia dengan berkapasitas 45.000 day weight ton (DWT).

"Modus mereka (adalah) menggunakan modus antar pulau, karena seharusnya berlayar dari Dumai menuju Cilacap," ungkap Kasi Operasi Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri), Andhi Pramono, melalui keterangan tertulisnya, hari ini.

Andhi mengungkapkan, kapal super tangker ini telah menyalahi jalur pelayaran dan membelokkan tujuan ke luar daerah pabean, di mana harus memenuhi kewajiban ke negara yaitu tata laksana bidang ekspor.

Menurut Andhi, jika BBM ini lolos, kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah. Saat ini BC telah mengamankan kapal, muatan, nahkoda beserta anak buah kapal (ABK)-nya, di Kanwil BC Khusus Kepri, untuk proses penyidikan.

"Penyelundupan ini ditangkap oleh Kapal Patroli BC 8005. Dibutuhkan waktu 15 jam menarik super tanker tersebut dari lokasi penegahan ke Kanwil BC Khusus Kepri," papar Andhi pula.

 


Penulis: