Komisaris utama PT Carrefour Indonesia, Chairul Tanjung diapiti oleh Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar bersama Mari Elka Pangestu yang ketika itu masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan (kini menteri pariwisata dan ekonomi kreatif) serta Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menghadiri sebuah bazar di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan Mei 2010.
Aksi mogok dan demo akan terus berlangsung hingga pihak Carrefour mengabulkan tuntutan serikat pekerja

Serikat Pekerja Carrefour Indonesia mendatangi rumah Chairul Tanjung di  daerah Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat. Imam Setiawan selaku penanggung jawab aksi mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan semua permasalahan karyawan.

Tetapi aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu tidak membuahkan hasil. Serikat pekerja tidak berhasil menemui Chairul Tanjung.

"Tadi kami  ditemui pengawal pribadi Chairul Tanjung. Dia bilang bapak lagi di Singapura," kata Iwan di Jakarta, Minggu (04/11).

Sekitar pukul 18.00, rombongan serikat pekerja meninggalkan kediaman Chairul Tanjung. Imam mengatakan pihaknya sudah menyerahkan tuntutan yang dititipkan melalui pengawal pribadi Chairul. Dalam tuntutan itu, Imam menyebut adanya pemberangusan serikat pekerja di Carrefour.

"Pengurus pusat dan cabang diskorsing sampai sekarang," jelas dia.

Selain itu Imam mengatakan terjadi mutasi yang tidak wajar karena tidak sesuai dengan domisili karyawan berada.

"Kalau begini karyawan kehilangan kenyamanan kerja," sesal Imam.

Imam menegaskan aksi mogok dan demo akan terus berlangsung hingga pihak Carrefour mengabulkan tuntutan serikat pekerja. Dia mengatakan akan ada aksi lagi pada Senin (05/11) esok di Carrefour Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Penulis: