Logo Unilever.
Buruh merasa kecewa karena Unilever Indonesia tidak mentaati nota dinas Kabupaten Bekasi

Buruh-buruh Bekasi mengusulkan pemboikotan terhadap produk Unilever karena sejumlah kebijakan PT Unilever Indonesia (ULI) yang dinilai anti terhadap buruh. ULI menolak menjalankan nota dinas kabupaten Bekasi yang isinya mengharuskan perusahaan Unilever Indonesia mengangkat buruh outsourcingnya menjadi buruh berstatus tetap.

Anggota Buruh Bekasi Bergerak memprotes kebijakan ULI di halaman penggemar (fan page) Unilever, www.facebook/Unilever sejak 26 Desember 2012 lalu. Jumat (28/12), buruh outsourcing ULI melakukan mogok kerja setelah 6 kali berunding tanpa hasil sejak September 2012. Mogok tersebut dijaga oleh 8 truck polisi, 1 water canon dan 300an preman dari Gibas (semacam organisasi sipil yang menyediakan jasa keamanan tidak resmi).

Dalam perundingan, manajemen ULI tidak bersedia memenuhi tuntutan para buruh. Buruh outsourcing ULI berorganisasi di bawah Serikat Pekerja Aneka Industri – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI FSPMI) Pimpinan Unit Kerja (PUK) ULI yang disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupetan Bekasi dengan nomor pencatatan 1182/CTT.250/VIII/2012 tertanggal 25 Agustus 2012
Adapun tuntutan buruh sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 pasal 66 dan nota dinas Kabupaten Bekasi, yakni Upah sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kabupaten Bekasi, status pekerja/buruh dari status outsourcing menjadi status permanen, tunjangan/sarana transportasi.

Namun, ULI justru menawarkan paket pemutusan hubungan kerja (PHK), berupa dua PMTK ditambah 8 kali Upah Minimum. Buruh yang merasa terancam oleh polisi dan preman akhirnya menerima PHK secara terpaksa.

Sebagai bentuk solidaritas, protes Buruh Bekasi Bergerak ke Facebook fan page Unilever semakin gencar, pada Sabtu (29/12). Admin halaman penggemar di Facebook, Unilever, melakukan penghapusan komentar dan posting yang berisi protes tersebut. Bahkan, Admin Unilever juga memblock sejumlah akun buruh yang melakukan protes.

Akhirnya, Buruh-Buruh Bekasi mengusulkan pemboikotan produk Unilever karena Unilever dinilai telah melakukan union busting terhadap SPAI FSPMI ULI dan menghapus komentar dan postingan protes buruh pada halaman penggemar Unilever.

“Berani tidak memboikot, dari kemaren saya sudah sarankan” usul Dewa General di Grup Facebook “Buruh Bekasi Bergerak”, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (30/12).

“Kenapa tidak brani, ayo sekarang statusnya boikot produk unilever.”, kata seorang buruh yang bernama Jefry.


Penulis: /FEB