menteri koperasi Syarif Hasan. FOTO : ANTARA
Untuk meningkatkan jumlah wirausaha, kementerian menganggarkan dana Rp7 triliun tahun ini.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarief Hasan, mendorong mahasiswa Indonesia agar memilih jalur wirausaha daripada hanya menjadi pekerja.

Untuk meningkatkan jumlah wirausaha, kementerian menganggarkan dana Rp7 triliun tahun ini.

“Semua mahasiswa harus membuat program bagaimana menjadi wirausaha yang sukses bila selesai kuliah,” kata Syarief dalam sambutannya adalah acara pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabodetabek di kantornya, Kamis (3/1).

Acara yang dihadiri 100 orang perwakilan mahasiswa dan pengurus BEM se-Jabodetabek bertujuan mensosialisasikan berwirausaha kepada mahasiswa. Menurut Syarief, ada 492.000 orang penganggur yang bergelar sarjana.

“Saya minta kepada semua mahasiswa di Indonesia agar kalau lulus nanti jangan memperpanjang jumlah pengangguran bergelar sarjana di Indonesia,” kata dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6,14 persen dari jumlah angkatan kerja 118 juta orang, mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2012 sebesar 6,32 persen, dan TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen.

Syarief mengklaim, jumlah penganggur menurun berkat usaha pemerintah mengkampanyekan serta menyalurkan modal untuk menciptakan wirausaha di Indonesia.

Data Kementerian UKM menyebutkan, jumlah wirausahawan di Indonesia melonjak tajam dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen dari jumlah penduduk. Kemenkop optimistis tahun 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2 persen dapat tercapai.

"Awalnya data yang kita miliki hanya 0,18 persen pengusaha yang ada, lalu tiga tahun lalu kita dapat angka 0,24 persen dan terakhir Januari  2012 jumlahnya  sudah menjadi 1,56 persen penduduk Indonesia menjadi wirausaha," kata Deputi bidang Pengembangan SDM,  Kemenkop dan UKM, Agus Muharram.

Syarief mengatakan, ada sejumlah opportunity jika mahasiswa menjadi wirausaha. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik. “Sejumlah negara di dunia ekonominya lesu sementara Indonesia bertumbuh. Ini patut kita syukuri,” kata dia.

BPS mencatat pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2012 sebesar 6,17 persen. Nilai tersebut cenderung lebih rendah dibanding kuartal III-2011 yang tumbuh 6,5 persen.

Kedua, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk membangun wirausaha lumayan besar. “Untuk tahun 2013 Kemenkop dan UKM menyiapkan dana Rp7 triliun untuk bangun wirausaha,” kata dia. 

 


Penulis: