Ilustrasi produksi di pabrik semen
Saat ini, pemerintah menguasai 61,48 persen saham di PT Semen Kupang.

Pemerintah menyatakan akan meminta PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) untuk mengambilalih PT Semen Kupang.

Saat ini, pemerintah menguasai 61,48 persen saham pada PT Semen Kupang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan, pihaknya sudah meminta Semen Indonesiauntuk mengambilalih PT Semen Kupang. 

Pengambilalihan bukan hanya pada saham pemerintah di BUMN tersebut, tetapi juga saham yang saat ini dimiliki oleh PT Bank Mandiri Tbk sebesar 35,39 persen. "Saat ini pemerintah masih punya saham sekitar 60 persen, itu akan diambilalih oleh Semen Indonesia. Bank Mandiri juga punya saham di sana, itu juga kita minta dilepas ke Semen Indonesia," ujar Dahlan di  Jakarta, Selasa (8/1).

Sebagai informasi, saat ini komposisi kepemilikan saham Semen Kupang terdiri atas saham pemerintah sebesar 61,48 persen, saham milik Bank Mandiri sebesar 35,39 persen, dan saham Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur 1,12 persen.

Dahlan menuturkan, skema pengambilalihan oleh Semen Indonesia ini dipilih karena pinjaman yang dimiliki Semen Kupang cukup besar. "Selain itu, semen-semen BUMN memang sebaiknya dijadikan satu," ungkap dia.

Seperti diketahui, Pabrik Semen Kupang satu-satunya industri semen di NTT. Selain memenuhi kebutuhan lokal NTT, juga Timor Timur (sekarang Timor Leste), perusahaan pelat merah ini juga sempat melakukan ekspor semen ke Darwin, Australia. 

Namun Pabrik Semen Kupang mulai mengalami masalah pada tahun 2000-an hingga berhenti operasi sejak Maret 2008, dan kembali beroperasi pada 2011 setelah melakukan kerjasama sistem operasi (KSO) dengan PT Sarana Agra Gemilang (SAG).

 


Penulis: